detikBali

Hujan Deras Guyur Jembrana, 4 Desa di Mendoyo Terendam Banjir

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Hujan Deras Guyur Jembrana, 4 Desa di Mendoyo Terendam Banjir


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Pemuda di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana saat bermain air banjir, Minggu (5/4/2026).
Foto: Pemuda di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana saat bermain air banjir, Minggu (5/4/2026). (Istimewa)
Jembrana -

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jembrana pada Minggu (5/4/2026) memicu banjir di sejumlah titik. Luapan air sungai dan bendungan (DAM) merendam puluhan rumah warga di empat desa/kelurahan di Kecamatan Mendoyo.

Kondisi ini diperparah dengan drainase atau gorong-gorong yang sempit serta tersumbat sampah, sehingga air meluap ke pemukiman. Empat wilayah yang terdampak cukup parah meliputi Kelurahan Tegalcangkring, Desa Pohsanten, Desa Mendoyo Dauh Tukad, dan Desa Yehembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya permukiman dan pasar, luapan air juga menggenangi jalan utama Denpasar-Gilimanuk di wilayah Tegalcangkring. Kondisi ini membuat para pengguna jalan harus ekstra waspada saat melintas.

"Hujan sedang hingga deras terjadi sekitar pukul 13.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita. Ada puluhan rumah yang terendam dengan ketinggian berpariasi mulai selutut (orang dewasa)," ungkap salah seorang warga Mendoyo Dauh Tukad, Ida Bagus Putu Sugiarta (26), kepada detikBali, Minggu.

ADVERTISEMENT

Menariknya, di tengah musibah ini, pemandangan unik terlihat di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dauh Tukad. Pemuda setempat justru memanfaatkan genangan banjir untuk bermain menggunakan ban bekas.

Pria yang akrab disapa Gustu ini menjelaskan, pemuda setempat memanfaatkan aliran banjir yang cukup deras dengan bermain air menggunakan ban bekas. Mereka mengikuti aliran air yang mengalir deras di ruas jalan pedesaan.

"Tadi air mulai naik sekitar pukul 15.30 Wita dan dimanfaatkan untuk bermain air. Kemudian sekitar 17.00 Wita air mulai surut. Jadi sempat jadi wahana air oleh pemuda setempat," jelas Gustu.

Banjir kali ini juga merendam Pasar Tegalcangkring. Padahal, pasar tersebut biasanya dikenal aman dari terjangan banjir. Air berwarna keruh tampak menggenangi area pasar, mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli.

Camat Mendoyo, I Putu Nova Noviana, menyebut ketinggian air bervariasi tergantung topografi wilayah. "Ya, banjir terjadi di Yehembang, Tegalcangkring, Pohsanten, dan Mendoyo Dauh Tukad. Juga menggenang di depan pasar Tegalcangkring, tapi tidak sampai masuk ke ruko," jelas Nova dikonfirmasi terpisah.

Pihak kepolisian dan instansi terkait hingga Minggu sore bersiaga di lapangan untuk memantau situasi dan membantu warga yang terdampak. "Kami masih lakukan pendataan dan penanggulangan di titik-titik banjir," jelas Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, belum memberikan keterangan terkait jumlah KK serta fasilitas umum yang terdampak akibat terjadinya banjir tersebut.



(hsa/hsa)










Hide Ads