detikBali

Talk Show Hari Kartini di Bali, Soroti Peran Perempuan dari Adat dan Tradisi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Talk Show Hari Kartini di Bali, Soroti Peran Perempuan dari Adat dan Tradisi


Fabiola Dianira - detikBali

Talkshow “Voices of Influence” diselenggarakan untuk memperingati Hari Kartini di Discovery Kartika Plaza Hotel pada Sabtu (4/4/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)
Foto: Talkshow "Voices of Influence" diselenggarakan untuk memperingati Hari Kartini di Discovery Kartika Plaza Hotel pada Sabtu (4/4/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)
Badung -

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Discovery Kartika Plaza Hotel menyelenggarakan talk show bertajuk "Voices of Influence" pada Sabtu (4/4/2026) di Sunset Bar & Lounge.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah perempuan inspiratif sebagai pembicara, di antaranya Maudy Koesnaedi, Rachel Wang selaku co-founder Miss Teenager Indonesia, Ria Templer (co-founder dan direktur utama Utama Spice), serta Putu Fitri Ertaningsih (direktur Cap Bali). Mereka berbagi pengalaman dan pandangan terkait kepemimpinan serta pemberdayaan perempuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara tersebut juga dihadiri istri Gubernur Bali Ni Luh Putu Putri Suastini Koster yang menyoroti peran strategis perempuan dalam kehidupan masyarakat Bali.

Dalam sambutannya, Putri Koster menegaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam berbagai aspek kehidupan. Terutama dalam kegiatan adat, tradisi, dan keagamaan yang dominan berlandaskan Hindu.

ADVERTISEMENT

"Satu contoh di adat, kerja adat kita, kerja tradisi kita, kerja agama yang dominannya Hindu di Bali tidak akan selesai tanpa ada campur tangan dan kehadiran kaum perempuan," ujar Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali, Sabtu (4/4/2026).

Ia juga menyinggung peran perempuan dalam pembangunan infrastruktur di masa lalu. Khususnya pada era 1970-an saat pembangunan jalan mulai dilakukan di Bali.

"Bahkan satu hal, kerja yang paling menguras tenaga, contohnya di era tahun 1970an, itu awal dimulainya jalan-jalan di Bali itu diaspal, jadi yang mengerjakan itu laki-laki dan perempuan," lanjutnya.

Ia menegaskan adanya pembagian peran yang menyesuaikan dengan kemampuan fisik laki-laki dan perempuan yang berbeda. Meski begitu, tetap ada perempuan yang dianggap memiliki kemampuan fisik di atas rata-rata dan mengerjakan pekerjaan berat.

"Tetapi tidak semuanya, ada juga yang perempuan itu sangat full power, tenaga kuda dimiliki. Jadi perempuan saat itu ada yang memecah batu, menjunjung batu, pecahan-pecahan yang kecil-kecil untuk dibuat bahan dasar dari aspal tersebut, jalan tersebut, itu kaum perempuan," tuturnya.

Selain sesi diskusi, acara juga menghadirkan presentasi dari Dr. Alya Purwoto bertajuk "Bali: The Global Destination for Medical Wellness", yang mengulas potensi Bali sebagai destinasi unggulan di sektor kesehatan dan kebugaran.

Kemeriahan acara turut dilengkapi dengan peragaan busana karya desainer Lenny Hartono dan Cap Bali yang menampilkan perpaduan desain modern dan unsur tradisional khas Indonesia.




(nor/nor)










Hide Ads