Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali mengimbau masyarakat mewaspadai sejumlah penyakit yang kerap muncul saat musim kemarau. Mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga demam berdarah dengue (DBD).
"Udara yang sangat kering dan panas memicu munculnya sejumlah penyakit seperti ISPA, diare, dan DBD," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, Rabu (1/4/2026).
Raka Susanti menjelaskan udara kering yang disertai debu dapat meningkatkan risiko ISPA bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Sementara itu, mengonsumsi makanan dan minuman yang kurang higienis di tengah cuaca panas juga berpotensi menyebabkan diare.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian pula penyakit demam berdarah yang tidak hanya berpotensi muncul saat musim hujan. Diketahui, musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi mulai April.
Menurut Raka Susanti, kebiasaan menampung air akibat curah hujan yang rendah saat musim kemarau perlu diwaspadai. Sebab, penampungan air yang tidak ditutup dengan baik akan menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
"Penampungan air yang terbuka sangat berisiko menjadi sarang nyamuk. Ini yang harus diantisipasi masyarakat," imbuhnya.
Raka Susanti mendorong masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan sederhana demi menghindari risiko penyakit selama musim kemarau. Misalkan dengan menjaga kebersihan lingkungan hingga menjaga kondisi tubuh.
"Pastikan tempat penampungan air ditutup rapat dan rutin dibersihkan. Masyarakat juga perlu memperbanyak minum air putih, tidak mengonsumsi makanan yang tidak higienis, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup," pungkasnya.
(iws/iws)










































