detikBali
Internasional

Tawaran Gencatan Senjata dari Trump hingga Cemoohan Iran ke AS

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Tawaran Gencatan Senjata dari Trump hingga Cemoohan Iran ke AS


Novi Christiastuti - detikBali

US President Donald Trump gestures as he arrives at Palm Beach International Airport in West Palm Beach, Florida on February 27, 2026. Trump is spending the weekend at his Mar-a-Lago resort. (Photo by Mandel NGAN / AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Denpasar -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan menawarkan rencana gencatan senjata kepada Iran. Rencana gencatan senjata dengan proposal berisi 15 poin itu disebut untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Belakangan, Iran diketahui mencemooh tawaran AS tersebut.

Dilansir dari detikNews, tawaran gencatan senjata itu disampaikan oleh Washington kepada Teheran melalui Pakistan sebagai perantara. Hal tersebut diungkapkan pertama kali oleh New York Times (NYT) yang mengutip dua pejabat AS, yang mengetahui garis besar proposal Washington itu.

Dalam laporan tersebut, NYT menyebut tawaran gencatan senjata 15 poin dari AS telah disampaikan kepada para pejabat Iran, melalui Pakistan. Islamabad sendiri disebut telah menawarkan diri sebagai tuan rumah untuk negosiasi ulang antara Washington dan Teheran. Namun, isi dari 15 poin dalam proposal itu belum diungkapkan secara detail kepada publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner melalui proposal mengusulkan gencatan senjata selama satu bulan. Selama periode tersebut, kedua pihak akan merundingkan perjanjian berisi 15 poin tersebut.

Channel 12 juga melaporkan beberapa poin utama dari rencana itu. Termasuk di antaranya pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan terhadap kelompok proksi seperti Hizbullah dan Hamas, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, belum diketahui apakah Israel mendukung proposal tersebut dan Kantor Perdana Menteri (PM) Israel belum memberikan tanggapan. Namun, sejumlah pejabat Israel disebut merasa terkejut dengan langkah AS menawarkan gencatan senjata kepada Iran.

Gedung Putih juga belum menanggapi laporan-laporan media tersebut. Hanya saja, baru-baru ini Trump membahas kemungkinan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang berkecamuk empat pekan terakhir. Pada Selasa (24/3), Trump mengeklaim AS berupaya bernegosiasi terkait akhir perang dengan Iran.

Iran Cemooh Tawaran AS

Pemerintah Iran menanggapi tawaran gencatan senjata yang disampaikan pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu. Teheran mencemooh upaya AS untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa AS hanya akan berunding dengan diri mereka sendiri. Tanggapan itu disampaikan Zolfaghari dalam pernyataan video yang ditayangkan oleh televisi pemerintah Iran pada Rabu (25/3) waktu setempat.

"Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan, telah berubah menjadi kegagalan strategis," kata Zolfaghari dalam pernyataannya yang ditujukan kepada AS.

"Negara yang mengklaim sebagai negara adidaya global pasti sudah keluar dari kekacauan ini jika memang mampu. Jangan menyamarkan kekalahan Anda sebagai kesepakatan. Era janji-janji kosong Anda telah berakhir," tegasnya.

Zolfaghari kemudian melontarkan cemoohan kepada AS dengan mengatakan: "Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri Anda sendiri?"

Pernyataan Zolfaghari itu dirilis tak lama setelah pemerintahan Trump mengirimkan rencana gencatan senjata berisi 15 poin kepada Iran, melalui Pakistan sebagai perantara.

"Kata pertama dan terakhir kami masih sama sejak hari pertama, dan akan tetap seperti itu: Orang seperti kami tidak akan pernah berdamai dengan orang seperti Anda. Tidak sekarang, tidak akan pernah," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads
LIVE