Cerita Kelvin, Bocah Penyintas Disleksia Asal Bali Juara Coding Internasional

Hani Sofia Muthmainnah - detikBali
Rabu, 25 Mar 2026 08:31 WIB
I Gede Kelvin Narendra Van Veggel, bocah penyintas disleksia asal Bali yang menjadi The Best Animation Award 2025 dalam ajang International Scratch Olympiad. (Foto: Dok. Istimewa)
Denpasar -

I Gede Kelvin Narendra Van Veggel berhasil meraih juara di kancah internasional. Bocah 10 tahun asal Bali itu menjadi The Best Animation Award 2025 dalam ajang International Scratch Olympiad.

Prestasi tersebut diraih Gede Kelvin setelah melewati perjalanan yang tidak mudah. Sebab, ia didiagnosis mengalami disleksia dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang membuatnya kesulitan membaca dan berkonsentrasi.

Kelvin pernah bercerita kepada ibunya bahwa huruf-huruf yang ia lihat seperti menari-nari. Di sekolah, Kelvin juga sempat merasa berbeda dari teman-temannya. Bocah berdarah Indonesia-Belanda itu bahkan sempat dipandang sebelah mata oleh guru-guru hingga harus pindah sekolah.

Ibunda Kelvin, Ni Nyoman Ayu Putri Ariani, mengaku sudah melihat tanda-tanda tersebut sejak Kelvin kecil. "Saya sampai berpikir, apa anak saya ini bodoh? Bahkan pertanyaan sederhana seperti lima tambah lima saja tidak bisa," ujar Ariani saat ditemui detikBali, Senin (16/3/2026).

Di sisi lain, Kelvin justru menemukan kekuatannya pada permainan logika yang berkaitan dengan pemrograman. Ia juga tampak cepat memahami materi coding dengan lebih mudah.

"Yang ngajarin sampai bilang 'anak ini cocok di coding, cepat sekali nangkapnya'," kata Ariani sembari menirukan ucapan guru coding anaknya.

Sejak itu, Kelvin mulai menekuni dunia coding. Saat berusia sekitar lima tahun, ia sudah mampu membuat game sederhana sendiri.

Meski memiliki kemampuan di bidang coding, Kelvin tetap mengalami kesulitan saat mengikuti pelajaran di sekolah. Ia kesulitan dalam membaca dan menulis sehingga sering dianggap tidak bisa mengikuti pelajaran.

"Sekolah bilang mereka tidak bisa menangani dia. Karena dia nggak bisa baca, nggak bisa nulis," tutur Ariani.

I Gede Kelvin Narendra Van Veggel, bocah penyintas disleksia asal Bali saat meraih penghargaan dalam sebuah kompetisi coding. (Foto: Dok. Istimewa)



Simak Video "Video Motif Penusukan di Denpasar: Pelaku Tersinggung Ditatap Korban"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB