Suasana hening Hari Raya Nyepi Caka 1948 terasa kuat di kawasan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah. Di tengah pembatasan aktivitas, layanan darurat tetap berjalan dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang siaga 24 jam.
Aktivitas lalu lintas di sekitar rumah sakit terpantau sepi, sejalan dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Bali.
Berdasarkan pantauan detikBali di lokasi, Kamis (19/3/2026), akses keluar-masuk rumah sakit tidak dipadati kendaraan. Hanya ambulans dan kendaraan petugas yang terlihat hilir-mudik, menandakan pelayanan darurat tetap berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang dihimpun detikBali menyebutkan, selama periode libur Nyepi dan Idul Fitri, layanan poliklinik dan perjanjian di RSUP Prof. Ngoerah ditutup mulai Rabu hingga Minggu, 18-22 Maret 2026. Layanan tersebut dijadwalkan kembali beroperasi pada Senin, (23/3/2026).
Meski demikian, pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap dibuka selama 24 jam untuk mengakomodasi kebutuhan pasien darurat. Sementara itu, layanan radioterapi untuk sementara tidak beroperasi selama masa libur tersebut.
Suasana di RSUP Prof Ngoerah saat Nyepi, Kamis (19/3/2026). Foto: Abid Ahmad Ibrahim/detikBali |
Baca juga: Hening Penyepian di Pulau Dewata |
Hingga berita ini ditulis, sudah ada beberapa pasien yang terpantau mulai berdatangan ke IGD RSUP Prof Ngoerah. Beberapa pasien terlihat mendapat pengawalan dari pecalang yang berasal dari banjar masing-masing, guna memastikan kelancaran perjalanan di tengah pembatasan aktivitas selama Nyepi.
Secara umum, situasi di RSUP Prof Ngoerah terpantau aman dan kondusif. Tenaga medis dan petugas jaga tetap bersiaga, memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal di tengah suasana hening Nyepi.
