Trump Ancam Ambil Alih Kuba, Diaz-Canel Siap Melawan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikBali
Rabu, 18 Mar 2026 15:55 WIB
Miguel Diaz-Canel dan Donald Trump. (Foto: AFP/SAUL LOEB)
Denpasar -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras akan mengambil alih Kuba saat negara itu terpuruk dalam krisis listrik akibat blokade minyak Washington. Pernyataan tersebut langsung dibalas tegas oleh pemerintah Kuba yang memperingatkan akan memberikan perlawanan tak tergoyahkan.

Dilansir dari detikNews, Rabu (18/3/2026), tekanan terhadap Kuba kian meningkat setelah Washington memperketat blokade minyak dan secara terbuka menyatakan ingin mengakhiri kebuntuan yang telah berlangsung hampir tujuh dekade dengan negara komunis satu partai tersebut.

Menlu AS Marco Rubio menilai langkah Kuba yang baru saja mengizinkan eksil berinvestasi dan memiliki bisnis belum cukup untuk mendorong reformasi pasar bebas seperti yang diinginkan pemerintahan Trump.

"Apa yang mereka umumkan kemarin tidak cukup dramatis. Itu tidak akan memperbaikinya. Jadi mereka harus membuat beberapa keputusan besar," kata Rubio, seorang Kuba-Amerika dan kritikus vokal partai penguasa negara itu, kepada wartawan di Gedung Putih.

Presiden Donald Trump, yang terus meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan komunis Kuba, pada Senin (16/3) menyatakan akan "mengambil alih" negara tersebut. Ia juga menambahkan: "Kita akan melakukan sesuatu dengan Kuba segera," tegas Trump.

Namun, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel merespons dengan nada menantang terhadap ancaman Washington. "Menghadapi skenario terburuk, Kuba memiliki satu jaminan: setiap agresor eksternal akan menghadapi perlawanan yang tak tergoyahkan," tulisnya dalam sebuah pernyataan di X.

Kuba menyatakan terbuka untuk pembicaraan luas dengan Washington dan mengizinkan lebih banyak investasi, tetapi menegaskan tidak akan membahas perubahan sistem politiknya, kata seorang utusan.

Tanieris Dieguez, wakil kepala misi Kuba di Washington, mengatakan kedua negara memiliki banyak hal untuk dibahas, namun tidak satu pun boleh meminta pihak lain mengubah sistem pemerintahannya.

"Tidak ada yang berkaitan dengan sistem politik kita, tidak ada yang berkaitan dengan model politik kita--model konstitusional kita--yang menjadi bagian dari negosiasi, dan tidak akan pernah menjadi bagian dari itu," katanya.

"Satu-satunya hal yang diminta Kuba dalam setiap percakapan adalah penghormatan terhadap kedaulatan kami dan hak kami untuk menentukan nasib sendiri."

The New York Times, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan pemerintahan Trump telah menyerukan agar Kuba memecat Diaz-Canel yang dinilai resisten terhadap perubahan.

Rubio membantah laporan tersebut. Ia menulis di X bahwa artikel itu "palsu" dan termasuk laporan media yang mengandalkan "penipu dan pembohong yang mengaku tahu" sebagai sumber.

Simak Video "Video Donald Trump: Suatu Kehormatan Jika Bisa Ambil Alih Kuba"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork