Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal soal negara yang menjadi target berikutnya setelah Iran. Dia mengisyaratkan aksi militer berikutnya akan dilakukan di Kuba.
Dikutip dari detikNews seperti dilansir Al Jazeera dan CNBC, hal itu diungkapkan Trump hari Kamis (5/3) waktu setempat ketika ada kunjungan tim sepak bola Inter Miami, juara Major League Soccer 2025 di Gedung Putih.
Dalam penyataannya, Trump memuji Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio, yang disebutnya telah melakukan "pekerjaan fantastis" di Kuba. Dia menyebut AS memperketat sanksi untuk Kuba yang bertujuan menekan perekonomian negara Karibia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang terjadi dengan Kuba sungguh luar biasa," ujar Trump.
"Kami pikir kami ingin menyelesaikan yang ini (perang Iran-red) terlebih dahulu, tetapi itu hanya masalah waktu, sebelum Anda dan banyak orang luar biasa akan kembali ke Kuba," kata Trump ke pada hadapan hadirin yang kebanyakan berasal dari Miami, termasuk orang-orang keturunan Kuba.
Isyarat Trump soal Kuba itu disampaikan setelah dia membanggakan perang di Iran, dengan mengklaim militer AS dan Israel terus "menghancurkan musuh sepenuhnya". Trump dan sekutu-sekutunya sering mengancam Havana, meningkatkan tekanan ekonomi dengan tujuan menggulingkan pemerintahan komunis Kuba.
Trump menegaskan akan memutus pasokan minyak dari Venezuela ke Kuba. Hal itu dilakukan setelah penggulingan dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer AS pada Januari lalu.
Trump menggunakan ancaman kekuatan militer yang luar biasa untuk memajukan prioritasnya di seluruh dunia, termasuk di Amerika Latin, di mana dia sebelumnya menyebut Kuba tampak "siap untuk jatuh" dalam waktu dekat.
Meski langkah AS ke Venezuela sebelumnya sudah dianggap ilegal menurut hukum internasional, Trump seolah tidak peduli. Bahkan kini belum ada sepekan setelah menyerang Iran dia sudah mempertimbangkan langkah kebijakan luar negeri besar lainnya
"Kita telah meraih kesuksesan luar biasa dalam berbagai hal. Saya telah membangun militer dan membangun kembali pada masa jabatan pertama saya, dan kita telah menggunakannya, lebih dari yang saya inginkan, jujur saja, tetapi ketika kita menggunakannya, kita mendapati bahwa itu memang berhasil," ucapnya soal intervensi militer AS di seluruh dunia.
(alg/apu)











































