Dalam sepekan terakhir, ada sederet peristiwa populer. Salah satunya, masalah sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Denpasar membuat Wali Kota I Gusti Jaya Negara menahan tangisnya saat memohon dukungan agar pengelolaan sampah bisa diatasi.
Selanjutnya, ada kasus pemerkosaan pelajar di Buleleng. Seorang siswi diperkosa di rumahnya oleh orang tidak dikenal. Kasus ini masih diselidiki polisi.
Pungutan wisatawan asing (PWA) yang masuk ke Bali tengah menjadi sorotan. Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil Kepala Satpol PP Bali untuk dimintai penjelasan mengenai PWA dan penggunaannya. Sedianya, sejumlah pejabat lain juga akan dimintai keterangan.
Dari Tabanan, RSUD Tabanan kehabisan obat-obatan. Hal itu membuat Bupati I Komang Gede Sanjaya geram. Dia menyemprot jajaran direksi. DPRD pun meminta direksi dievaluasi.
Berikut rangkuman berita terpopuler selama sepekan terakhir dalam rubrik Bali Sepekan di detikBali.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menahan tangis saat memohon dukungan seluruh kepala desa, bendesa adat, dan camat se-Denpasar untuk membantu pengelolaan sampah kota melalui desa-desa. Permohonan itu disampaikan dalam pertemuan di Graha Sewaka Dharma, Denpasar.
Jaya Negara awalnya menyampaikan Instruksi Wali Kota Nomor 100.3.4.3/1/HK Tahun 2026 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Sampah. Instruksi tersebut juga merujuk pada status Pemerintah Kota Denpasar yang kini tengah dalam tahap penyidikan terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.
"Sekarang statusnya menjadi penyidikan, bapak ibu tahu semuanya tentu itu tulang punggungnya adalah Wali Kota. Karena untuk itu tityang mohon sekali," ucap Jaya Negara terhenti menahan tangis, Senin (9/3/2026).
"Mohon sekali dukungan bapak ibu semuanya agar kita bisa bekerja sama. Saya minta dukungan agar arahan Pak Menteri bisa kita kerjakan," sambungnya yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin.
Dalam Instruksi Wali Kota tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bersama para camat diwajibkan melakukan sosialisasi serta memfasilitasi pembinaan dan pengawasan pengelolaan sampah di desa dan kelurahan di wilayah masing-masing.
Selain itu, mereka juga diminta melakukan monitoring dan evaluasi pengelolaan sampah, terutama terkait pembuatan sumur komposter atau teba modern serta metode komposter lainnya.
Sementara itu, perbekel dan lurah diwajibkan melakukan sosialisasi sekaligus mempercepat realisasi pembangunan teba modern di wilayah masing-masing. Mereka juga diminta melakukan monitoring dan evaluasi di tingkat bawah, mulai dari rumah tangga, kos-kosan hingga badan usaha untuk mengoptimalkan pemilahan sampah dari sumbernya.
Jaya Negara menambahkan, bendesa adat juga diminta berperan aktif dalam pembinaan dan pengawasan pengelolaan sampah di masing-masing banjar.
Jaya Negara menyebut sejauh ini baru ada dua desa yang mulai menyediakan kantong komposter, yakni Desa Kertalangu dan Desa Tegal Harum.
"Kades Kertalangu ternyata sudah bisa membagikan bag composter sebanyak 2.000 di lingkungan banjarnya masing-masing. Pak Kades juga sudah melakukan sosialisasi," ungkapnya.
"Dan Kades Tegal Harum kebetulan saat ada pengumuman penutupan TPA Suwung sudah mengangkat sebanyak 2.500 bag composter karena di sana tidak memiliki TPS3R," tandasnya.
Simak Video "Video Gus Ipul Minta Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal PBI-JK"
(hsa/iws)