detikBali

FKUB Bertemu Koster Bahas Momen Takbiran Berbarengan Nyepi

Terpopuler Koleksi Pilihan

FKUB Bertemu Koster Bahas Momen Takbiran Berbarengan Nyepi


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet di Kantor Gubernur Bali, Rabu (11/3/2026).
Foto: Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet di Kantor Gubernur Bali, Rabu (11/3/2026). (Rizki Setyo Samudero/detikBali)
Denpasar -

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster membahas kegiatan malam takbiran Idulfitri yang kemungkinan bebarengan dengan pelaksanaan Hari Suci Nyepi pada 19 Maret 2026.

Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menyampaikan rapat yang berjalan tertutup itu berlangsung sangat baik dan penuh dengan suasana keakraban antarmajelis beragama.

Pelaksanaan Nyepi yang berbarengan dengan Idulfitri sudah sering terjadi sejak 1997. Seruan bersama yang dikeluarkan merupakan poin-poin yang sama tiap tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Takbiran) Boleh, kita serahkan kepada majelis masing-masing, apakah mau dipakai boleh itu atau tidak terserah kita jangan mendikte," kata Sukahet ditemui di Jayasabha, Denpasar, Rabu (11/3/2026).

Sukahet menegaskan umat muslim juga memiliki Bali serta turut menjaga sakralnya Nyepi. Perayaan Nyepi dipertahankan bukan dari masyarakat Hindu Bali sendiri, melainkan seluruh umat Kristen, Buddha, Konghucu, Katolik, dan Islam.

ADVERTISEMENT

"Karena keharmonisan, saling menghormati di antara kita umat Hindu ini, ini tanggung jawab kita bersama untuk Bali dan NKRI," jelasnya.

Ketua Majelis Desa Adat Bali itu juga menyayangkan narasi-narasi provokasi yang beredar di media sosial. Oleh sebab itu, ia meminta organisasi dan majelis agama Islam agar dapat mengimbau turut menjaga keharmonisan di media sosial.

"Dan kita berharap tidak akan pernah terjadi masalah. Selama hidup ini pasti akan selalu ada masalah, apalagi Nyepi, ada saja yang keluar. Bahkan mungkin juga ada yang di rumah meceki misalnya atau macam-macam juga ada," ungkap Sukahet.

Gubernur Bali Wayan Koster menambahkan agar pelaksanaan dua hari raya keagamaan ini dapat dilaksanakan dengan kondusif, nyaman dan aman.

"Seruannya saling menghormati satu sama lain, jaga toleransi, kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama," tandas Koster.

Imbauan MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali mengimbau bagi umat muslim di Bali untuk menghormati pelaksanaan Hari Suci Nyepi jika berbarengan dengan malam takbiran maupun Tarawih.

"Kita mengimbau kepada umat muslim supaya tetap menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi ini, di samping juga melakukan aktivitas-aktivitas keagamaan yang terbatas," kata Ketua MUI Bali Mahrusun Hadiyono di Jayasabha, Rabu.

Mahrusun mengajak umat muslim agar mengikuti seruan bersama yang dikeluarkan oleh FKUB bali, bagi yang ingin takbiran atau Tarawih diperbolehkan jika masjid atau musala dekat dengan tempat tinggal.

"Takbir salah satu ibadah di masjid bagi yang terdekat dengan masjid, kalau misalnya ke masjidnya lima kilometer ya nggak usah, diam di rumah," tuturnya.

Ketua PWNU Bali, Abdul Aziz juga setali tiga uang. Aziz mengajak warga NU agar salat Tarawih di rumah masing-masing agar dapat menghormati pelaksanaan Nyepi.

"Kami melalui beberapa badan otonom atas sepengetahuan saya walaupun waktu itu diberikan oleh umat Hindu untuk melaksanakan takbiran dan salat Tarawih. Maka kita tahun ini saling menghormati," jelasnya.




(hsa/hsa)










Hide Ads