detikBali

Geliat Pemudik Pakai Bus di Denpasar Mulai Terlihat

Terpopuler Koleksi Pilihan

Geliat Pemudik Pakai Bus di Denpasar Mulai Terlihat


Firizqi Irwan - detikBali

Bus Gunung Harta di Jalan Cokroaminoto, Denpasar bersiap berangkat mengantar para penumpang di momentum lebaran 2026, Senin (9/3/2026).
Bus Gunung Harta di Jalan Cokroaminoto, Denpasar bersiap berangkat mengantar para penumpang di momentum lebaran 2026, Senin (9/3/2026) (Foto: Firizqi Irwan)
Denpasar -

Pergerakan masyarakat yang melakukan mudik Lebaran 2026 mulai terlihat di Denpasar. Mayoritas pemudik dari Denpasar menuju ke wilayah Jawa hingga Jakarta.

Geliat pemudik ini sudah mulai terlihat di pangkalan bus Gunung Harta, Jalan Cokroaminoto, Ubung, Denpasar Utara, Bali. Operator Bus Gunung Harta Cokroaminoto, Yudha menjelaskan setidaknya ada 100-150 penumpang yang diberangkatkan setiap harinya menjelang mudik lebaran dari Denpasar.

"Kurang lebih ada 100-150an, soalnya kan ada 20-an bus yang diberangkatkan, satu bus aja kita ada 30-32 seat (tempat duduk)," ujar Yudha di kantor Gunung Harta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan lebih lanjut, pemudik yang berangkat dari Denpasar mayoritas melakukan perjalanan ke kampung halamannya ke wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, Jakarta dan Jawa Timur.

Yudha menerangkan, kebanyakan penumpang banyak menuju ke arah Jawa Tengah seperti Solo dan Semarang, lalu Yogyakarta. "Bandung, Bogor, Tasik dan ke Jakarta juga banyak," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Untuk bus yang berangkat menuju arah Jakarta dan Jawa Barat ada setidaknya enam unit armada Gunung Harta, lalu ke Jawa Tengah dan Yogyakarta mencapai sembilan unit bus, sedangkan ke Jawa Timur peningkatan tidak terlalu terlihat.

"Ke Jawa Timur tidak terlalu rame, tapi tetap ada penumpangnya," sambungnya.

Lonjakan penumpang bus ke luar Bali, dijelaskan Yudha sudah mulai terlihat sejak tanggal 8 Maret 2026. Meningkatnya arus mudik juga diprediksi terus terjadi hingga tanggal 17 Maret 2026 mendatang atau sekitar H-5 lebaran.

Bahkan tiket bus yang dijual juga habis dipesan baik online maupun offline. "Kita prediksi ditanggal 15-17 itu mulai ada lonjakan penumpang, kalau kemarin baru mulai ramenya," imbuhnya.

Mengenai harga tiket bus ada kenaikan setiap harinya, peningkatan dari harga normal Rp 280 ke Jawa Timur bisa meningkat hingga Rp 400 ribu, lalu ke Jawa Barat dari Rp 600 ribu bisa mencapai Rp 1 juta.

"Kenaikan sekitar 40-50 persen dari harga normalnya. Banyak penumpang? Full seat biasanya bus yang berangkat," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu penumpang bus Gunung Harta yang menunggu giliran keberangkatan menuju kampung halamannya, Pujiwati (48) mengaku memilih mudik lebih awal.

Perempuan asal Purwodadi, Jawa Tengah itu mengaku memilih pulang/mudik lebih awal karena ingin menghindari kemacetan di jalan, apalagi momentum Idul Fitri 2026 berdekatan dengan Nyepi.

"Takut nanti macet, soalnya orang pada mudik pulang ke Jawa, takut itu aja, jadi pulang lebih awal," jelas Pujiwati.

Perempuan yang baru bekerja di Bali itu berencana berangkat seorang diri. Mudik dari Denpasar menuju ke Purwodadi juga menjadi pengalaman pertamanya setelah sebelumnya bekerja di Malaysia.

"Ini baru pertama saya mudik dari Denpasar, setelah sebelumnya saya kerja di Malaysia," jawabnya sembari tersenyum.

Mengenai tiket bus, ia sebelumnya sudah memesan jauh-jauh hari. "Sudah pesan 10 hari sebelum berangkat, jadi biar nggak buru-buru, harganya juga masih murah," imbuh Pujiwati.

"Saya juga pulang karena sudah ditunggu anak-anak, makanya pulang cepat. Takut nggak bisa pulang kalau nunda pulangnya," pungkasnya.




(mud/mud)










Hide Ads