detikBali
Internasional

Tembakan Rudal Pertama Iran ke Israel Usai Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Tembakan Rudal Pertama Iran ke Israel Usai Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru


Wilda Hayatun Nufus - detikBali

Iran conducts multiple ballistic missile tests in what it said is a display of “deterrent power,” defying US sanctions aimed at disrupting its missile program. (File/AFP)
Ilustrasi rudal Iran. (Foto: AFP/Photo File)
Denpasar -

Ayatollah Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk menjadi pemimpin tertinggi Iran yang baru. Tak lama setelah penunjukan itu, Iran langsung menembakkan rudal ke wilayah Israel.

Dilansir dari detikNews pada Senin (9/3/2026), stasiun televisi pemerintah IRIB mengatakan Iran meluncurkan rudal gelombang pertama ke Israel setelah penunjukan putra Ali Khamenei itu. Hanya saja, belum penjelasan detail mengenai kota yang menjadi sasaran rudal kali ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran meluncurkan gelombang pertama rudal di bawah kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei ke arah wilayah pendudukan," kata IRIB di saluran Telegramnya. Akun telegram tersebut mengunggah gambar sebuah proyektil yang bertuliskan slogan "At Your Command, Sayyid Mojtaba."

Seperti diketahui, Majelis Pakar telah resmi mengangkat Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. Mekanisme penunjukan pemimpin tertinggi Iran dilakukan setelah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan AS dan Israel pada hari pertama.

ADVERTISEMENT

Mojtaba Khamenei yang kini berusia 56 tahun tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum. Meski begitu, ia selama beberapa dekade telah menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di lingkaran dalam pemimpin tertinggi.

Ia juga membina hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Mojtaba juga tidak pernah membahas masalah suksesi secara terbuka. Hal itu dinilai menjadi topik sensitif lantaran kenaikannya ke posisi pemimpin tertinggi akan menciptakan dinasti yang mengingatkan pada monarki Pahlavi sebelum revolusi Islam 1979.

Sementara itu, Israel menyatakan terus memantau pengganti rezim Ali Khamenei. Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengatakan militer negaranya akan membunuh setiap pemimpin Iran yang ditunjuk untuk menggantikan mendiang Ali Khamenei.

"Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim Iran untuk terus memimpin rencana menghancurkan Israel, mengancam AS dan dunia bebas dan negara-negara di kawasan ini, dan menindas rakyat Iran, akan menjadi target yang jelas untuk dieliminasi," tegas Katz dalam pernyataannya, Rabu (4/3).

"Tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads