Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengidentifikasi adanya potensi cuaca ekstrem di Bali selama periode 2-8 Maret 2026. Cuaca ekstrem tersebut berpotensi peningkatan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali.
Sejak Senin (2/3/2026) pagi, hujan deras telah mengguyur Kota Denpasar. Akibatnya, sejumlah ruas jalan tergenang air, salah satunya di Jalan Teuku Umar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Balai BMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyampaikan hasil analisis potensi cuaca ekstrem karena adanya pola pertemuan massa udara di sekitar wilayah Bali.
"Serta aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) pada fase 4 (Maritime Continent) dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan," kata Cahyo, Senin (2/3/2026).
Kemudian, lanjut Cahyo, bibit Siklon 90S yang saat ini berada di perairan selatan Samudera Hindia Barat Daya Banten menunjukkan pola pergerakan ke arah timur menuju perairan selatan Bali. Pola tersebut berpotensi menyebabkan curah hujan yang tinggi dan angin kencang.
"Kondisi ini juga didukung oleh gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin yang diprediksi akan melintasi wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan," sambung Cahyo.
BMKG telah memetakan seluruh kabupaten/kota di Bali berpotensi cuaca ekstrem hujan lebat disertai angin kencang yang dapat menyebabkan banjir, banjir bandang dan longsor. Tergantung tingkat kerawanan masing-masing wilayah.
Cahyo juga mengimbau kepada masyarakat di wilayah pesisir agar mewaspadai gelombang laut tinggi kisaran 1,25-3,5 meter di wilayah Selat Bali selatan, Selat Badung, Selat Lombok selatan dan perairan selatan Bali.
(nor/nor)










































