Paus sperma kerdil (Kogia breviceps) yang terdampar di pesisir Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, akhirnya mati. Mamalia laut sepanjang 1,5 meter itu sempat dievakuasi ke Umah Lumba Jaringan Satwa Indonesia (JSI-JAAN) di Buleleng.
Dokter Hewan JSI-JAAN, Deny Rahmadani, mengungkapkan paus tersebut mati pada Rabu (28/1/2026) sore. Tim medis langsung melakukan tindakan nekropsi atau bedah bangkai untuk mengetahui penyebab pasti kematian satwa dilindungi tersebut.
"Sudah kami laporkan dan koordinasikan juga ke BPSPL Denpasar. Sorenya tim medis melakukan nekropsi hingga malam hari," ungkap Deny saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (29/1/2026).
Deny mengungkapkan hasil nekropsi menunjukkan adanya kerusakan serius pada organ dalam paus sepanjang 2,1 meter itu. Saat pertama kali dievakuasi, kondisi paus sudah sangat lemah dengan posisi tubuh miring ke kanan.
Simak Video "Video Motif Penusukan di Denpasar: Pelaku Tersinggung Ditatap Korban"
(iws/iws)