detikBali

Mengenal Es Gabus yang Bikin Pedagang di Kemayoran Dianiaya Polisi-Tentara

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mengenal Es Gabus yang Bikin Pedagang di Kemayoran Dianiaya Polisi-Tentara


Arga Fahreza - detikBali

Es Gabus Pelangi
Ilustrasi es gabus. (Foto: Instagram: @esgabus.jkt)
Denpasar -

Seorang pedagang es gabus bernama Suderajat menjadi sorotan publik setelah dianiaya polisi dan tentara. Video saat Suderajat dipersekusi aparat itu viral di media sosial (medsos).

Suderajat dianiaya setelah es gabus atau es hunkue yang dijualnya dicurigai mengandung bahan spons. Belakangan, warganet menyayangkan aksi polisi dan tentara terhadap pedagang es jadul di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Jajanan Es Gabus?

Es gabus merupakan jajanan jadul yang biasanya dijual di depan sekolahan. Penjual es gabus biasanya menggunakan gerobak. Target utama pembeli es gabus memang dari kalangan anak-anak.

Harga es gabus hanya berkisar Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Tampilan es gabus cukup menarik dengan beberapa lapis warna sehingga sering pula disebut sebagai es gabus pelangi.

ADVERTISEMENT

Sebutan es gabus ini bukan merujuk pada bahannya, tetapi pada teksturnya yang lembut mirip gabus. Sebab, bahan pembuatan es gabus berasal dari tepung hunkwe, santan, air gula, dan pewarna makanan.

Tepung hunkwe menjadi bahan utama yang membuat tekstur es gabus menjadi lembut. Tepung non gluten ini berbahan pati kacang hijau dan kadang dicampur kanji.

Penggunaan tepung hunkwe telah lama digunakan dalam resep-resep makanan tradisional seperti cendol, bubur, ataupun puding. Meski tidak ada dalam literatur kuliner, penggunaan tepung hunkwe menunjukkan adanya pengaruh Tionghoa dalam jajanan es gabus.

Pedagang Es Gabus Dianiaya Polisi-Tentara

Dilansir dari detikNews, Suderajat viral setelah dicurigai menjual es hunkue berbahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat. Belakangan, hasil labfor menyatakan bahwa es kue yang dijual oleh Suderajat aman dan layak dikonsumsi.

Aparat TNI dan Polri yang sempat mencurigainya kemudian menyampaikan klarifikasi. Keduanya, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo, juga menyampaikan permintaan maaf atas video viral tersebut.

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Aiptu Ikhwan dalam keterangannya yang diterima wartawan, Selasa (27/1).

Sudrajat, pedagang es kue yang dituduh dagangannya mengandung sponsSudrajat, pedagang es kue yang dituduh dagangannya mengandung spons Foto: Andry Haryanto/detikJabar

Mereka meminta maaf lantaran telah menyimpulkan terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan dari Labfor. Ikhwan pun menyampaikan permintaan maaf dan menyampaikan tidak bermaksud mencemarkan nama baik pedagang bernama Sudrajat itu.

Sementara itu, TNI AD juga memberikan klarifikasi terkait gaduh Bhabinsa Serda Heri Purnomo yang sempat mengamankan penjual es kue jadul lantaran dicurigai dagangannya mengandung bahan spons di Kemayoran. TNI kini meminta konflik tersebut tak berlarut.

"Diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut," kata Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Donny mengatakan masalah yang terjadi merupakan kesalahpahaman. Dia menyebutkan pihaknya juga sudah mendatangi kediaman tukang es bernama Suderajat di Bojonggede.

"Berdasarkan verifikasi di lokasi kejadian, peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman antara aparat keamanan, dalam hal ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan warga," ujarnya.

"Adapun langkah-langkah yang telah diambil yaitu berusaha menemui pedagang es atas nama Bapak Sudrajat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan melalui jalur dialog yang sejuk," imbuhnya.




(iws/iws)










Hide Ads