detikBali

BPBD Denpasar Akan Kembangkan Peringatan Dini Banjir Lewat Aplikasi Pro Denpasar

Terpopuler Koleksi Pilihan

BPBD Denpasar Akan Kembangkan Peringatan Dini Banjir Lewat Aplikasi Pro Denpasar


Maria Christabel DK - detikBali

Sosialisasi dan Diseminasi Sistem Peringatan Dini Banjir Tukad Badung di Pasar Kumbasari, (23/1/2025) Maria Christabel DK
Foto: Sosialisasi dan Diseminasi Sistem Peringatan Dini Banjir Tukad Badung di Pasar Kumbasari, (23/1/2025) Maria Christabel DK
Denpasar -

BPBD Kota Denpasar berencana mengembangkan fitur sistem peringatan dini banjir berbasis aplikasi Pro Denpasar agar dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui telepon genggam. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana berbasis teknologi di wilayah Kota Denpasar.

"Nantinya, tahun depan atau tahun ini akan kami kembangkan ke dalam teknologi lebih maju, sehingga bisa diakses masyarakat melalui handphone," jelas Kepala BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Ariwibawa, Jumat (23/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, BPBD Denpasar telah memasang 14 unit Early Warning System (EWS) di sejumlah titik. Tujuh di antaranya telah dilengkapi alarm atau sirine peringatan dini kenaikan air.

Sirine tersebut sebanyak enam unit yang merupakan bantuan PLN ke Pemkot Denpasar dan satu unit milik BPBD yang terpasang sejak Oktober 2025. Sementara tujuh unit lainnya masih berupa monitor tanpa sirine.

ADVERTISEMENT

EWS tersebut dipasang di sejumlah aliran sungai dan bendungan, seperti Tukad Badung, Tukad Mati, Tukad Landa, Tukad Gangga, serta sejumlah dam lainnya.

Seluruh sensor terhubung langsung dengan Pusdalops BPBD dan dikoordinasikan bersama Dinas PUPR, penjaga dam, hingga Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk langkah penanganan saat terjadi peningkatan debit air.

EWS yang dilengkapi sirine memiliki tiga level peringatan. Level satu atau waspada ketika ketinggian air naik 50 sentimeter, level dua siaga saat kenaikan mencapai 116 sentimeter, dan level tiga awas ketika air naik hingga 266 sentimeter. Evakuasi warga akan dilakukan apabila sistem telah masuk pada level awas.

"Kalau yang dipasang oleh PLN, sistem sensornya menyentuh air. Jadi, ketika air semakin meningkat pada titik tertentu akan memicu sirine untuk berbunyi.

Sedangkan yang kami pasang, sistemnya sistem sensor infrared tidak menyentuh air. Jadi di atas, memantulkan infrared sehingga tahu posisi air naik atau tidak," terang Ariwibawa.

BPBD Denpasar Masih Verifikasi Data Korban Angin Kencang

BPBD Kota Denpasar masih melakukan verifikasi data korban terdampak hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Denpasar pada Rabu (21/1/2026). Proses ini dilakukan sebelum penyaluran bantuan sosial berupa uang kepada warga terdampak.

"Bantuan sosial masa bencana bentuk uang, masih diverifikasi. Kalau melihat dari kerusakan rumah sebagian besar kerusakan ringan," jelas Joni.

BPBD Kota Denpasar juga memberikan contoh proposal pengajuan bantuan untuk mempercepat proses verifikasi dan selanjutnya memperkirakan tingkat kerusakan, lalu membandingkannya dengan rencana anggaran biaya (RAB) usulan masyarakat. Hal itu berkaitan dengan sifat bantuan ini merupakan bentuk permohonan dari korban terdampak.

"Kalau RAB-nya Senin ini kami terima, paling enggak Rabu sudah bisa dicairkan," kata Ariwibawa.

Hingga saat ini, BPBD Denpasar belum menerima penyaluran bantuan dana dari Pemerintah Provinsi Bali. Bantuan yang sudah diterima masih berupa kebutuhan dasar, seperti tikar, kasur lipat, serta makanan yang disalurkan melalui Dinas Sosial.

"Belum, baru peralatan kebutuhan dasar, seperti tikar, kasur lipat, makanan dari Dinas Sosial. Jadi kebutuhan dasar aja yang mendukung. Kebanyakan rumahnya beberapa sudah perbaiki sendiri," terang Ariwibawa.

Diketahui, hujan deras disertai angin kencang tersebut menerjang tiga wilayah di Kota Denpasar, yakni Kesiman, Sanur, dan Sidakarya. Di Kelurahan Kesiman, tercatat enam kepala keluarga (KK) mengalami kerusakan berat pada rumah yang ditempati. Untuk sementara waktu, para korban mengungsi ke rumah kos terdekat.




(nor/nor)










Hide Ads
LIVE