detikBali

BPBD Pasang 6 Sirine Peringatan Banjir di Tukad Badung, Ini Lokasi-Cara Kerja

Terpopuler Koleksi Pilihan

BPBD Pasang 6 Sirine Peringatan Banjir di Tukad Badung, Ini Lokasi-Cara Kerja


Hani Sofia Muthmainnah - detikBali

BPBD Bali melakukan pemasangan sirine peringatan dini banjir di Tukad Badung, Denpasar, Jumat (9/1/2026). (dok.BPBD Bali)
Foto: BPBD Bali melakukan pemasangan sirine peringatan dini banjir di Tukad Badung, Denpasar, Jumat (9/1/2026). (dok.BPBD Bali)
Badung -

Denpasar menjadi langganan banjir di Bali. Menanggapi kondisi ini, BPBD Bali memasang enam sirine peringatan dini banjir di sepanjang aliran Tukad Badung.

"Saat ini sirine peringatan dini banjir terpasang di enam titik strategis sepanjang aliran Tukad Badung," terang I Wayan Suryawan, Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan (Pusdalops) Bencana BPBD Bali saat dihubungi, Jumat (23/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suryawan menerangkan bahwa pemasangan sirine peringatan dini banjir telah disosialisasikan kepada masyarakat melalui unsur kewilayahan dengan memberikan surat resmi. Selain itu, BPBD Bali juga melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat selama dua hari, yakni 22 - 23 Januari 2026.

"Saat ini (22 dan 23 Januari 2026) dilanjutkan dengan sosialisasi langsung kepada masyarakat," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Dalam sosialisasi ini, masyarakat diberikan penjelasan mengenai tiga level peringatan dini, yaitu Waspada, Siaga, Awas serta respons yang tepat pada setiap level. Tujuannya agar warga tidak panik, memahami makna bunyi sirine, dan dapat bertindak sesuai arahan.

Mengenai titik pemasangan sirine peringatan dini banjir, Suryawan menyebutkan bahwa kedepan akan sangat mungkin dilakukan penambahan. Namun, dilakukan secara bertahap dan berpedoman pada kajian risiko. Pihaknya akan memprioritaskan pemasangan pada wilayah yang sangat membutuhkan terlebih dahulu.

"Prioritas diarahkan pada wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, aktivitas masyarakat yang padat, serta keterbatasan waktu respon," ujar Suryawan.

Selain di Denpasar, analisis kebutuhan pemasangan sirine peringatan dini banjir juga telah dilakukan di wilayah lainnya. "Misalnya Jembrana, dari hasil kajian menunjukkan setidaknya 18 titik membutuhkan sirine," kata Suryawan.

Suryawan menegaskan bahwa evaluasi terhadap efektivitas pemasangan sirine di enam titik yang telah terpasang saat ini menjadi dasar penting dalam pengembangan sistem peringatan dini selanjutnya.

"Dalam proses ini, kami terbuka sekali melakukan kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat dan pemangku kepentingan guna memperkuat upaya pengurangan risiko bencana," jelas Suryawan.

Adapun enam titik pemasangan sirine peringatan banjir di Tukad Badung sebagai berikut:

1. Pasar Kumbasari (Jl. Gajah Mada),
2. Jembatan Pasar Bunga Wangaya (Jl. Kumbakarna),
3. DAM kontrol air BWS OP3 (belakang RS Wangaya),
4. Jembatan Wangaya Kampung Jawa (Jl. Maruti),
5. Jembatan Jl. Hasanuddin (samping BCA), dan
6. Jembatan Pekambingan (Jl. Gunung Kerinci).

Cara Kerja Sirine

Sirine peringatan dini banjir berfungsi memberikan peringatan dengan membaca ketinggian debit air sungai. "Sistem ini berbasis pemantauan ketinggian muka air (debit air sungai). Sensor mendeteksi kenaikan muka air pada titik tertentu di sungai," terang Suryawan.

Berdasarkan penjelasannya, curah hujan tidak langsung menjadi pemicu sirine peringatan dini banjir berbunyi. Melainkan kenaikan debit air yang diakibatkan oleh hujan ekstrem. Kondisi inilah yang menyebabkan sirine berbunyi, yaitu ketinggian air sungai.

Dengan mekanisme tersebut, sistem sirine peringatan milik BPBD Bali berfungsi sebagai peringatan dini yang bekerja sesuai kondisi lapangan. Namun, sirine ini juga membutuhkan bantuan informasi dari BMKG setempat untuk dapat memprediksi dengan lebih tepat.

"Butuh informasi dari BMKG, seperti cuaca ekstrem yang menjadi referensi dalam menganalisis dan melakukan upaya kesiapsiagaan. Kedepannya, akan terus dilakukan integrasi antar sistem agar informasi yang diberikan semakin cepat, akurat, dan saling melengkapi," imbuh Suryawan.

Suryawan melanjutkan, sirine peringatan dini banjir beroperasi menggunakan aliran listrik. Meski demikian, untuk berjaga-jaga pihaknya telah merancang sirine ini dapat beroperasi ketika aliran listrik padam.

"Dilengkapi dengan sumber daya cadangan. Memastikan (sirine) terus berfungsi memberikan peringatan dini meskipun dalam keadaan darurat. Termasuk saat cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan gangguan listrik," tandas Suryawan.




(nor/nor)










Hide Ads
LIVE