detikBali

Persoalan Air Bersih di Badung Selatan Belum Tuntas gegara Masalah Teknis

Terpopuler Koleksi Pilihan

Persoalan Air Bersih di Badung Selatan Belum Tuntas gegara Masalah Teknis


Agus Eka - detikBali

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Selasa (6/1/2026). (Agus Eka/detikBali)
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. (Foto: Agus Eka/detikBali)
Badung -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung semula menargetkan krisis air bersih di wilayah Badung selatan tuntas paling lambat akhir tahun 2025. Namun, target penyelesaian persoalan klasik tersebut meleset dengan alasan kendala teknis.

"Saya sudah minta paling lambat (akhir tahun 2025), tapi kemarin ada (masalah) teknis sedikit," ujar Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Rabu (7/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adi Arnawa mengungkapkan adanya kendala teknis menjadi penyebab target penyelesaian krisis air bersih di wilayah Badung selatan belum tercapai sesuai rencana. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah persoalan kelistrikan.

"Ternyata listrik belum dianggarkan. Sekarang sudah ada. Kemarin di 2025 belum dianggarkan, sekarang sudah dianggarkan," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Perumda Air Minum Tirta Mangutama (PDAM Badung), dia berujar, telah melakukan langkah-langkah strategis untuk menangani krisis air di Badung selatan. Mulai dari penambahan air baku, penyediaan infrastruktur, hingga pemasangan pipa bawah laut.

Meski target meleset, Adi menegaskan Pemkab Badung berkomitmen untuk menuntaskan persoalan air bersih, terutama di wilayah Kuta Selatan. Ia optimistis proyek ini segera rampung dan air dapat mengalir pertengahan Februari 2026.

"Paling lambat, saya minta 20 Februari itu sudah mengalir. Astungkara ini kelihatannya sih, saya punya keyakinan ini akan tercapai. Malah mungkin sebelum 20 (Februari)," tegasnya.




(iws/iws)











Hide Ads