detikBali

PDIP Jembrana Tolak Pilkada via DPRD: Jangan Kebiri Hak Rakyat!

Terpopuler Koleksi Pilihan

PDIP Jembrana Tolak Pilkada via DPRD: Jangan Kebiri Hak Rakyat!


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jembrana di Ballroom Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana, Minggu (4/1/2026). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Foto: Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jembrana di Ballroom Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana, Minggu (4/1/2026). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Jembrana -

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jembrana menyatakan sikap menolak wacana pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD. PDIP Jembrana menilai mekanisme pemilihan langsung adalah harga mati demi menjaga kedaulatan rakyat.

Sikap politik ini dideklarasikan di hadapan ratusan kader dalam acara Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jembrana di Ballroom Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana, Minggu (4/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati secara langsung merupakan bentuk penghormatan terhadap hak konstitusional masyarakat.

"Kedaulatan harus tetap berada di tangan rakyat. Rakyat adalah pemegang hak mutlak untuk menentukan pemimpin yang akan memimpin daerah mereka di masa depan," ungkap Kembang di sela-sela acara saat ditemui detikBali, Minggu.

ADVERTISEMENT

Senada dengan Kembang, Sekretaris DPC PDIP Jembrana Ni Made Sri Sutharmi menyebut kepentingan demokrasi jauh lebih utama di atas kalkulasi politik partai. Padahal, jika Pilkada dilakukan melalui DPRD, PDIP secara hitung-hitungan posisi sangat diuntungkan.

"Meskipun secara kalkulasi politik PDIP diuntungkan jika pemilihan dilakukan melalui DPRD, kepentingan demokrasi jauh lebih utama. Mekanisme perwakilan justru akan mengebiri hak suara masyarakat dan menjadi langkah mundur bagi kualitas demokrasi di Indonesia," ujar wanita yang juga menjabat Ketua DPRD Jembrana ini.

Wajah Baru di Struktur PAC

Bersamaan dengan deklarasi tersebut, PDIP Jembrana resmi mengukuhkan kepengurusan lima Pengurus Anak Cabang (PAC) masa bakti 2025-2030. Dua wajah baru kini memegang komando wilayah, yakni I Putu Bayu Arbawa sebagai Ketua PAC Negara dan I Gede Susrama Wijaya sebagai Ketua PAC Melaya.

Sementara itu, untuk PAC Jembrana, Mendoyo, dan Pekutatan masih dipercayakan kepada jajaran petahana atau incumbent. Sri Sutharmi memastikan struktur baru ini tetap ramah terhadap perempuan dan kaum milenial.

"Untuk komposisi pengurus di setiap kecamatan, kita pastikan keterwakilan perempuan dan anak muda mencukupi porsi 30 persen," jelas Sutharmi.

Pasca pelantikan, Kembang Hartawan memberikan instruksi ideologis kepada para kadernya. Ia meminta pengurus baru untuk menjadi tiga komponen utama dalam kerja politik di akar rumput.

"Kader harus bisa menjadi matanya partai untuk melihat dinamika politik masyarakat, menjadi otak yang berpikir tentang kemajuan daerah, dan yang paling penting menjadi otot partai untuk bekerja keras hadir di tengah rakyat," kata Bupati Jembrana ini.

Ia mewanti-wanti agar kader tidak hanya muncul saat butuh suara masyarakat saja. "Sesuai pesan Bung Karno, kader harus ada di mana rakyat menangis dan tertawa. Kita harus hadir bukan hanya saat butuh suara," pungkas Kembang.




(nor/nor)











Hide Ads