Daftar Isi
Tepat 69 tahun setelah Konferensi Asia-Afrika di Bandung, momentum ini akan terulang kembali. Setiap tahunnya tepat pada 18 April diperingati sebagai Hari Konferensi Asia-Afrika, hal ini mengacu pada pelaksanaan konferensi Asia-Afrika di 1955.
Lantas bagaimana sejarah dan tujuan terlaksananya Konferensi Asia-Afrika? Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Sejarah Peringatan Konferensi Asia-Afrika di Bandung
Konferensi Asia Afrika digelar di Bandung pada 18-24 April 1955. Salah satu pertemuan internasional terbesar pada masanya itu dihadiri sejumlah pemimpin dunia. Foto: Dok. Arsip Nasional Republik Indonesia via unesco.org |
Lahirnya Konferensi Asia-Afrika di latar belakangi perasaan senasib yang dialami oleh negara-negara di Kawasan Asia dan Afrika akibat Perang Dunia II. Pasca kejadian tersebut menyebabkan lahirnya dua blok kekuatan besar yang semakin memanas, yaitu blok barat dan blok timur. Konferensi ini menjadi bentuk solidaritas negara-negara perwakilan dalam menghapus penjajahan di Kawasan Asia-Afrika.
Mengutip dari situs resmi Museum Konferensi Asia-Afrika, lahirnya gagasan bermula pada 1954. Kala itu, Perdana Menteri Ceylon, Sir John Kotewala mengundang para Perdana Menteri dari Birma (U Nu), India (Jawaharlal Nehru), Indonesia (Ali Sastroamidjojo), dan Pakistan (Mohammed Ali) dalam rangka mengadakan suatu pertemuan informal "Konferensi Kolombo" di negaranya.
Undangan tersebut disambut baik oleh para pimpinan negara, yang salah satunya ialah Presiden Indonesia, Ir Soekarno yang menugaskan Ali Sastroamidjojo. Konferensi Kolombo berlangsung sejak 28 April hingga 2 Mei 1954 dengan agenda pembahasan mengenai segala kepentingan bersama dari negara-negara perwakilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam suatu pertemuan 5 negara peserta Konferensi Kolombo untuk membahas mengenai persiapan Konferensi Asia-Afrika. Seluruh negara perwakilan sepakat untuk menjadi sponsor Konferensi Asia-Afrika dengan menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah.
Pada 18 April 1955, Konferensi Asia-Afrika dilaksanakan di Bandung dan mendapatkan sambutan meriah dengan diiringi sorakan rakyat. Pasca mengumandangkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Presiden Soekarno memulai pidatonya dengan judul "Let a New Asia and a New Africa be Born" yang artinya "Mari kita lahirkan Asia baru dan Afrika baru".
Perdana Menteri Indonesia secara aklamasi terpilih sebagai ketua konferensi. Adapun hasil sidang Konferensi Asia-Afrika tertuang dalam komunike akhir, sebagai berikut:
1. Kerjasama ekonomi
2. Kerjasama kebudayaan
3. Hak Asasi Manusia dan hak menentukan nasib sendiri
4. Masalah rakyat jajahan
5. Masalah-masalah lainnya
6. Deklarasi mengenai memajukan perdamaian dunia dan kerjasama internasional
Hingga hari ini, deklarasi yang tercantum pada komunike tersebut menghasilkan Dasasila Bandung. Dengan pernyataan politik yang berisikan prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia.
Tujuan Terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika
Konferensi Asia Afrika digelar di Bandung pada 18-24 April 1955. Salah satu pertemuan internasional terbesar pada masanya itu dihadiri sejumlah pemimpin dunia. Foto: Dok. Arsip Nasional Republik Indonesia via unesco.org |
Adapun tujuan dilaksanakannya konferensi Asia-Afrika, sebagai berikut:
1. Mewujudkan perdamaian dunia
2. Dengan memperkuat solidaritas kerjasama Asia dan Afrika
3. Memperjuangkan nasib negara-negara di kawasan Asia Afrika
Artikel ini ditulis oleh Desak Made Diah Aristiani peserta Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.
(nor/nor)












































