Waduh! Ratusan Juta Penduduk Indonesia Tak Paham Cara Sikat Gigi

Waduh! Ratusan Juta Penduduk Indonesia Tak Paham Cara Sikat Gigi

Nuranda Indrajaya - detikBali
Senin, 05 Des 2022 13:36 WIB
Ketua PB PDGI, drg. Usman Sumantri, MSc, saat menghadiri acara Perayaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang diselenggarakan di RS Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Senin (5/12/2022).
Foto: Ketua PB PDGI, drg. Usman Sumantri, MSc, saat menghadiri acara Perayaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang diselenggarakan di RS Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Senin (5/12/2022). (Nuranda Indrajaya/detikBali)
Denpasasr -

Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg. Usman Sumantri, MSc, mengatakan lebih dari separuh masyarakat mengeluh sakit gigi. Artinya lebih dari 140 juta penduduk Indonesia pernah sakit gigi. Sayang hanya sebagian kecil tertangani.

Ironisnya lagi, meski 94 persen penduduk sudah sadar untuk sikat gigi, tapi hanya segelintir yang bisa melakukannya dengan benar. Tepatnya baru 2,8 persen.

Usman mengatakan data tersebut didapat riset yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada 2018 lalu.


"57,6 persen masyarakat kita itu mengeluh sakit gigi sebenarnya. Tapi yang bisa ke dokter gigi itu cuma 10,2 persen karena dokter giginya tidak ada," katanya dalam kegiatan Perayaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang diselenggarakan di RS Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Senin (5/12/2022).

Dalam keterangannya, Usman juga mengatakan banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut salah satunya persebaran dokter gigi yang tidak merata.

"Kalau bicara Indonesia keseluruhan sangat tidak merata, dokter gigi sulit diakses," tambahnya.

PDGI sebenarnya telah memikirkan masalah kurangnya jumlah dokter gigi. Mereka mengklaim sudah meminta penambahan kuota untuk pendidikan dokter gigi spesialis di Tanah Air.

"Kalau dokter gigi, secara nasional angkanya memprihatinkan 14 dokter gigi per 100 ribu orang. Artinya tidak sesuai rasio. Dan 14 orang per 100 ribu itu tinggalnya di kota-kota," tuturnya.

Usman tak menampik, pemerintah belum berani menuntut penambahan jumlah dokter gigi di daerah. Hal ini menjadi permasalahan selanjutnya yang dihadapi PDGI.

"Memang tidak ada sih ya pemerintah yang berani mempunyai kebijakan menuntut pemerintah daerah terhadap (penyediaan) dokter gigi misalnya. Misalnya di Jakarta dokter gigi sudah banyak, mereka tidak akan menuntut dokter gigi," terang Usman.

Di sisi lain, Usman menjelaskan, kesadaran masyarakat Indonesia untuk menyikat gigi mulai menunjukkan grafik meningkat. Hanya saja, hanya sebagian kecil yang menyikat gigi dengan benar.

"Tahun 2018 kita riset melalui Kementerian Kesehatan, data tersebut menunjukkan bahwa 94 persen masyarakat kita menyikat gigi, tapi yang caranya benar menyikat gigi dengan baik hanya 2,8 persen," kata Usman.



Simak Video "Gigi Balita Berbehel, Apakah Perlu?"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/dpra)