Kesaksian Eliezer: Wanita di Rumah Bangka-Sambo Tertawa Usai Pembunuhan

Nasional

Kesaksian Eliezer: Wanita di Rumah Bangka-Sambo Tertawa Usai Pembunuhan

tim detikNews - detikBali
Kamis, 01 Des 2022 09:18 WIB
Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf jalani sidang lanjutan di PN Jaksel. Mereka saling memberikan kesaksian.
Bharada Richard Eliezer saat menjadi saksi di sidang pembunuhan Brigadir J, Rabu (30/11/2022). Foto: Grandyos Zafna
Bali -

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu menjadi saksi sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, dengan terdakwa Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal di PN Jaksel, Rabu (30/1/2022). Eliezer membongkar soal wanita di rumah Bangka hingga Ferdy Sambo tertawa usai membunuh Brigadir J.

Eliezer bersama-sama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal melakukan pembunuhan berencana Brigadir Yosua, dan didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ia disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Brigadir J.

1. Ferdy Sambo dan Putri Pisah Rumah


Dalam kesaksiannya, Eliezer mengungkapkan bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sudah pisah rumah. Menurutnya, Ferdy Sambo lebih sering pulang ke rumah Bangka, dan hanya sesekali berkunjung ke rumah Saguling.

"Kediaman Bangka tamu ada di luar, di kediaman Bangka, kediaman Saguling tidak banyak yang tahu selain internal, kalau Pak FS pulang dari kantor istirahatnya di Bangka," kata Eliezer.

"Istirahat sementara apa ke Saguling? tanya hakim, dilansir dari detikNews.

"Sampai besoknya sampai dinas lagi," jawab Eliezer.

"Sering di mana FS, Bangka apa Saguling? tanya hakim.

"Bangka," jawab Eliezer.

Eliezer menyebut Ferdy Sambo hanya berkunjung ke Saguling untuk ibadah Minggu. Ferdy Sambo lebih sering pulang malam dan menginap di rumah Bangka.

"Sering tinggal di mana FS selama saudara jadi ajudan?" tanya hakim.

"Di Bangka, kalau di Saguling ibadah pagi," jawab Eliezer

"Bangka dan Saguling kan tidak jauh, kenapa FS pisah rumah?" tanya hakim.

"Biasanya beliau kan pulang tengah malam, Bangka di-swab terus mandi-mandi," jawab Elizer.

"Saya cuman pengin tahu apa sih kalau alasannya FS selalu pulang malam kenapa selalu ke Bangka? tanya hakim.

"Saya kurang tahu," jawab Eliezer.

2. Ferdy Sambo: Yosua Harus Dikasih Mati

Eliezer mengaku penembakan dilakukan atas perintah Ferdy Sambo. Pada hari penembakan, Jumat (8/7/2022), Eliezer menghadap Ferdy Sambo yang terlihat dalam kondisi emosional.

Ferdy Sambo kemudian menceritakan peristiwa di Magelang pada hari sebelumnya. Tak lama berselang, Putri Candrawathi ikut duduk di sofa, lalu menangis di hadapan Eliezer dan suaminya.

"(Ferdy Sambo bilang) Yosua melecehkan Ibu di Magelang. Saya kaget, takut, karena kami ajudan di Magelang. Saya diam, dalam hati saya, 'Ini betul kah?'," kata Eliezer.

"(Sambo bilang) 'Kurang ajar! Dia sudah nggak menghargai saya, dia menghina harkat martabat saya'. Emosi, nangis, muka merah. Sesekali dia diam nangis, dia bilang 'Memang harus dikasih mati anak itu, nanti kau yang tembak manusia itu'," imbuh Eliezer menirukan ucapan Sambo saat itu.

Eliezer mengaku tidak menjawab apapun saat diperintah karena takut. Ferdy Sambo juga saat itu menceritakan strategi dan skenario pembunuhan, yaitu isolasi dan tembak menembak.

"Saya nggak jawab sama sekali, masih antara takut, ini nyata kah yang dia sampaikan. Jadi gini Cad skenario dia jelaskan, ibu dilecehkan Yosua, ibu teriak, kamu dengar kamu respons, Yosua ketahuan, Yosua tembak kamu, kamu tembak balik, Yosua yang mati," kata Eliezer sambil menirukan Sambo kala itu.

"Dia jelaskan itu saya kaget, saya disuruh bunuh orang, pikiran saya kalau disuruh bunuh orang, tertekan. 'Sudah kamu aman karena posisinya kamu bela ibu', kamu bela diri ditembak duluan," imbuhnya.

Setelah Ferdy Sambo menjabarkan skenario tembak-menembak, menurut Eliezer, Ferdy Sambo bicara berbisik-bisik dengan Putri Candrawathi. "Di samping itu sempat ngobrol sama ibu, pelan. Membahas tentang CCTV, kedua tentang sarung tangan. Bapak bisik ke ibu, saya nggak bisa dengar, kayanya dia bilang 'iya nanti pakai sarung tangan'," ucap Eliezer.

3. Eliezer Berdoa Sebelum Tembak Yosua

Sebelum menembak Brigadir J, Eliezer sempat berdoa agar rencana Ferdy Sambo membunuh Yosua gagal. Dia mengatakan setelah diperintah Ferdy Sambo dan dijelaskan skenario tembak menembak, dia terdiam dan takut, kemudian berdoa.

"Saya berdoa 'Tuhan kalau bisa ubah pikiran Pak Sambo, kalau bisa ubah pikiran biar nggak jadi', karena saya takut harus cerita ke siapa lagi, saya beraninya berdoa," ujar Eliezer.

Setelah berdoa, Eliezer dipanggil keluar untuk pergi bersama Putri Candrawathi ke rumah Duren Tiga, di mana sebelumnya berada di rumah Saguling. "Saya keluar, Agus bilang ke saya ibu udah turun, saya keluar, saya ambil masker di gudang, saya keluar di mobil sudah ada Ricky Rizal, Yosua, dan di belakang ada Kuat," kata Eliezer.

4. Wanita Menangis di Rumah Bangka

Dalam kesaksian tersebut, Eliezer juga menyinggung momen wanita misterius menangis di rumah Bangka, saat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di sana. Sejak kejadian itu, menurut Eliezer, Ferdy Sambo lebih sering tinggal di rumah Saguling, tempat Putri Candrawathi dan anaknya tinggal.

Momen wanita menangis itu terjadi bulan Juni 2022, saat itu Putri Candrawathi lebih dulu tiba di rumah Bangka dengan wajah marah, kemudian disusul Ferdy Sambo dengan wajah marah. Rekan Ferdy Sambo yang dipanggil Koh Erben juga datang ke rumah tersebut.

Wanita itu tidak diketahui kedatangannya, apakah bersama Koh Erben atau seperti apa, karena saat itu Eliezer sedang ke belakang rumah. "Tiba-tiba almarhum bilang sama Mateus 'tidak ada selain kami berdua, maksudnya Yosua dan Mateus yang ada di dalam area rumah kediaman Bangka, semua nunggu di luar'," kata Eliezer.

Eliezer pun berjaga di depan rumah bersama Farhan dan Alfons, sedangkan di belakang Romer, Sadam, dan sejumlah asisten rumah tangga (ART) di rumah Bangka. Tidak diketahui apa yang terjadi di dalam.

Namun, sekitar dua jam kemudian ada wanita keluar dari rumah Ferdy Sambo. Eliezer mengaku tidak pernah sama sekali melihat sosok itu. Wanita itu keluar rumah dalam kondisi menangis.

"Sekitar satu jam, dua jam, baru tiba-tiba ada orang keluar dari rumah. Pagar kami tutup, dia ketuk dari dalam rumah. Saya bilang Alfons 'ada orang keluar', dia buka pintu, tiba-tiba ada perempuan. Saya tidak kenal dia, nangis dia, baru ini (saya lihat), siapa ya?, karena saya nggak ada waktu dia datang. Saya lihat di di dalam ada pak Erben juga di depan rumah," ucap Eliezer.

Wanita itu kemudian mencari sopirnya, dan meninggalkan rumah Bangka. "Perempuan itu bilang nanya driver dia di mana. Saya lari ke samping panggil driver-nya, mobil Pajero hitam, baru driver-nya datang, perempuan itu naik langsung pulang," ungkapnya.

Sejak kejadian wanita menangis itu, Ferdy Sambo sering ke rumah Saguling. Padahal sebelumnya Ferdy Sambo ke rumah Saguling hanya ibadah pagi, dan lebih sering tinggal di rumah Bangka.

"Semenjak kejadian itu, pak FS sudah sering kali di Saguling,"pungkasnya.

Simak halaman selanjutnya Ferdy Sambo tertawa usai membunuh Yosua...