Obat Sirup Disetop, Dokter Anak di Bali Resepkan Puyer

Ginjal Akut Misterius

Obat Sirup Disetop, Dokter Anak di Bali Resepkan Puyer

Tim detikBali - detikBali
Jumat, 21 Okt 2022 13:06 WIB
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Bali dr. I Gusti Ngurah Sanjaya Putra, Sp.A di saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (20/10/2022).
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Bali dr. I Gusti Ngurah Sanjaya Putra, Sp.A di saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (20/10/2022). Foto: I Wayan Sui Suadnyana
Denpasar -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghentikan sementara peredaran obat sirup dan cair di Indonesia. Hal tersebut disusul dengan temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang membeberkan sebanyak 5 produk terindikasi mengandung etilen glikol di atas ambang normal yang diyakini sebagai pemicu gangguan gagal ginjal pada anak.

Dokter anak di Bali saat ini tidak lagi memberikan resep obat sirup kepada pasien. Sebagai gantinya, dr Sanjaya menyebut pihaknya memberikan resep obat puyer untuk pasien anak.

"Sementara kita pakai puyer, rekomendasi dari IDAI juga kalau sirup sementara ini sampai nunggu investigasi ya puyer atau kalau obat panas bisa suppositoria," jelas Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Bali dr. I Gusti Ngurah Sanjaya Putra, Sp.A, Kamis (20/10/2022).


Meski demikian, dr Sanjaya mengaku pihaknya dari kalangan dokter sebenarnya pusing lantaran tidak adanya obat sirup. Mereka berharap pihak pemangku kebijakan segera menyelesaikan investigasi terhadap obat sirup yang dilarang beredar.

"Saya berharap secepat mungkin (ada kejelasan). Dokter anak pusing semua nggak ada obat sirup," ungkap dr Sanjaya.

Untuk diketahui, Bali melaporkan sebanyak 11 pasien meninggal akibat gagal ginjal akut misterius atau Acute Kidney Injury (AKI) sejak awal Agustus 2022.

Apotek di Denpasar Setop Jual Obat Sirup

Apotek di Kota Denpasar, Bali, mulai menyetop penjualan obat sirup sejak Rabu (19/10/2022) siang. Hal itu menyusul adanya imbauan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang meminta apotek maupun tenaga kesehatan untuk menghentikan sementara pemberian obat sirup. Imbauan tersebut merupakan buntut semakin bertambahnya kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia.

Salah satu apotek yang mulai menyetop penjualan obat sirup adalah apotek Fortuna Pharmacy di Jalan Tukad Pakerisan No.81 Denpasar, Bali. Selain itu, apoteker di Fortuna Pharmacy juga dianjurkan untuk menjelaskan informasi tersebut kepada masyarakat.

"Ini agar masyarakat tidak bingung dan panik. Untuk sekarang ini masyarakat juga dianjurkan untuk ke obat tablet dan bisa di puyer. Lalu, bisa juga ke jenis obat tablet yang memang bisa dikunyah anak-anak," kata apoteker Fortuna Pharmacy, Tri Mediani kepada detikBali, Rabu (19/10/2022).

Mediani menambahkan, ada sekitar 50 jenis obat bentuk sirup yang tersedia di apotek tersebut. Menurutnya, penjualan obat bentuk sirup per bulannya pun tergolong tinggi.

"Paling banyak terjual sekitar 50 item dalam sebulan. Sirup untuk batuk, pilek dan demam yang paling banyak dicari. (Resiko penurunan penjualan) Pasti ada kekhawatiran seperti itu tapi, kami kan masih ada juga alternatif untuk kesediaan tablet yang bisa dikunyah anak-anak," sebut Tri.

Simak Video: BPOM Belum BIsa Pastikan Obat Sirup Jadi Penyebab Gagal Ginjal Akut

[Gambas:Video 20detik]



(nor/hsa)