PSI Bali Mulai Gencarkan Tagar Ganjar Pilihan Rakyat

PSI Bali Mulai Gencarkan Tagar Ganjar Pilihan Rakyat

Chairul Amri Simabur - detikBali
Rabu, 05 Okt 2022 19:15 WIB
Ketua DPW PSI Bali, I Nengah Yasa Adi Susanto
Ketua DPW PSI Bali, I Nengah Yasa Adi Susanto. (Foto: IST)
Denpasar -

Dewan Pengurus Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) Bali mulai gencar melakukan sosialisasi sosok Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres).

Salah satunya, sosialisasi dilakukan melalui media sosial dengan menggencarkan hashtag atau tanda pagar (tagar) Ganjar Pilihan Rakyat.


"Karena DPP sudah mendeklarasikan, kami di jajaran partai, khususnya di Provinsi Bali wajib mengawalnya dan memassifkan sosialisasi sosok Ganjar kepada masyarakat," ujar Ketua DPW PSI Bali, I Nengah Yasa Adi Susanto, Rabu (5/10/2022).

Hari ini, sambungnya, tagar Ganjar Pilihan Rakyat juga telah disebarkan di media sosial dari berbagai platform secara massif. Bahkan ia mengklaim, tagar itu sudah menjadi trending topic di Twitter.

Selain di media sosial, upaya mendongkrak popularitas Ganjar Pranowo juga akan dilakukan melalui berbagai sosialisasi atau program partai di tengah masyarakat secara langsung.

"Prinsipnya, kami akan secara massif menyosialisasikan itu. Kami akan all out memainkan peran untuk menyosialisasikan figur Ganjar Pranowo. Salah satunya dengan keberhasilannya memimpin Jawa Tengah (sebagai gubernur)," tegas Adi Susanto.

Dalam peran ini imbuh Adi Susanto, PSI Bali akan menegaskan sosok Ganjar sebagai figur capres yang nasionalis dan tidak mengedepankan politik identitas.


"Karena Bali ini minoritas, kalau kita punya presiden yang memainkan politik identitas kan berbahaya buat Bali ke depannya," sambungnya lagi.

Nengah Yasa Adi Susanto menambahkan, partainya tidak terlalu memusingkan soal persinggungan yang akan terjadi di lapangan dengan PDIP yang notabene menjadi induk partai Ganjar Pranowo.

Bahkan, ia juga menegaskan jika Ganjar Pranowo sendiri tidak mengetahui PSI akan mendeklarasikannya sebagai capres.

"Terkait ke partainya, saya rasa tidak ada masalah. Pak Ganjar ini harus ditempatkan sebagai warga negara. Siapapun warga negara berhak untuk dipilih atau dicalonkan," ujar Adi Susanto.

Ibaratnya, kata dia, ada banyak relawan-relawan yang mendeklarasikan Pak Ganjar sebagai capres. Bahkan sebelum PSI mendeklarasikannya. "Sama saja mereka kan tidak perlu minta izin kepada PDIP," terang Adi Susanto.

Menurutnya, upaya PSI untuk merealisasikan keputusan partai di tingkat nasional itu memang harus melalui upaya sosialisasi lebih massif agar masyarakat mengetahui rekam jejak Ganjar Pranowo.

"Kami yakin, populasitasnya akan tinggi. Terlepas dari dinamika di internal partainya. Kami tidak mencampuri urusan partainya. Kami menempatkan Pak Ganjar itu sebagai warga negara yang punya hak politik untuk dipilih. Jangan lihat dia kader partai mana," katanya menegaskan.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa PSI mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai capres juga berdasarkan hasil rembug rakyat atau polling yang partisipannya dari seluruh Indonesia. Tidak hanya dari kalangan pengurus partai atau kader.

"Dan kami menempatkan diri sebagai partai pengusung. Sehingga partai-partai yang nantinya akan mengusung Pak Ganjar, kami akan ada di barisan mereka," pungkasnya.



Simak Video "Pengakuan Ganjar Tak Dikabari Jika Diusung Jadi Capres Oleh PSI"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/hsa)