Dugaan Penculikan 2 Bayi Amrik, Holiday Inn Resort Baruna Kuta Digugat

Dugaan Penculikan 2 Bayi Amrik, Holiday Inn Resort Baruna Kuta Digugat

Tim detikBali - detikBali
Kamis, 29 Sep 2022 22:08 WIB
Mother and son holding hands.
Ilustrasi penculikan (Foto: iStock)
Denpasar -

Holiday Inn Resort Baruna Kuta bakal digugat sebagai buntut kasus dugaan penculikan dua bayi milik wanita berkewarganegaraan Amerika Serikat bernama Robin Sterling Kelly. Pihak Robin menyebut sebelumnya telah berupaya meminta pertanggungjawaban Holiday Inn Resort Baruna Kuta atas terjadinya penculikan kedua bayinya di pelataran hotel tersebut 3 tahun silam (13 Agustus 2019).

"Setelah berbagai upaya komunikasi dan surat somasi yang kami layangkan tidak diindahkan, maka kami memilih jalan pengadilan untuk menyelesaikan kasus terjadinya pembiaran dalam peristiwa penculikan di dalam hotel Holiday Inn Resort Baruna Kuta," kata I Made Somya Putra selaku pengacara korban, dalam katerangannya yang diterima detikBali, Kamis (29/9/2022).

Menurut Somya, kelengkapan persyaratan gugatannya oleh PN Denpasar sudah teregistrasi dengan nomor 991/Pdt.G/2022/PN Dps. Dalam hal ini, pihaknya berencana menggugat ganti rugi materiil dan in-materiil kepada pimpinan manajemen hotel Holiday Inn Resort Baruna sebagaimana ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata.


"Biarlah yang mulia hakim di pengadilan tersebut yang bijaksana memutuskan," imbuhnya.

Dijelaskan, kedua bayi milik kliennya diduga diculik oleh sekelompok orang dan memboyongnya sampai negara Australia. Akibat peristiwa tersebut, kliennya harus melalui perjuangan panjang dan melelahkan untuk dapat menemukan kedua bayinya tersebut.

"Hal ini menjadi preseden buruk terhadap lemahnya pelayanan hospitality hotel di Bali," imbuh Somya.

Pihaknya pun sudah pernah melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib dan diterima dengan Surat Pengaduan Masyarakat Nomor Reg: Dumas/562/VIII/2019/Bali Resta DPS. Adapun kasus penculikan dua bayi itu bermula ketika Robin Sterling Kelly menginap di Hotel Holiday Inn Resort Baruna, Kuta, pada 13 Agustus 2019.

Hotel tersebut menyewakan kids club atau tempat penitipan dan arena bermain anak-anak. Berdasarkan aturan, anak yang dititipkan di kids club tersebut seharusnya hanya boleh diambil oleh Robin Sterling Kelly sebagai konsumen yang menitipkan.

"Klien kami sangat kecewa, sebab jarak antara kids club dengan parkir hampir 400 meter jaraknya. Ada CCTV, ada sekuriti, dan banyak petugas, tapi tidak ada satupun yang berusaha mencegahnya," pungkasnya.



Simak Video "Penampakan Barbuk dari Penangkapan Sindikat Pengedar Uang Palsu di Badung"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/dpra)