Persi Dorong RS di Bali Digitalisasi Pelayanan hingga Perawatan

Persi Dorong RS di Bali Digitalisasi Pelayanan hingga Perawatan

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Selasa, 27 Sep 2022 17:59 WIB
Acara HIMSS22 APAC Health Conference & Exhibition pada Selasa (27/9/2022) di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung.
Foto: Suasana dalam acara HIMSS22 APAC Health Conference & Exhibition pada Selasa (27/9/2022) di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung. (Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali)
Badung -

Rumah Sakit di Bali didorong untuk tranformasi digital dalam hal administrasi, pelayanan hingga perawatan. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), dr. Tri Hesty Widyastoeti, Sp.M., MPH., dalam acara HIMSS22 APAC Health Conference & Exhibition.

Menurutnya, transformasi digital sendiri tak bisa dihindari mengingat setiap waktu perkembangan teknologi terus berkembang dengan harapan dapat mempermudah suatu pekerjaan.

"Digitalisasi tidak bisa dihindari dan ditinggalkan, terutama untuk health care. Ini juga sejalan dengan keinginan Kementerian Kesehatan untuk transformasi digital. Kami dari PERSI sendiri akan membantu sebagai mitra stakeholder utama," katanya di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Selasa (27/9/2022).


Tri mengatakan, melalui HIMSS22 APAC Health Conference & Exhibition, dapat menambah wawasan bagi peserta di seluruh dunia yang masih mencari cara mengangkat telehealth dan mengurangi beban di sistem kesehatan. Selain itu, dapat membantu mentransfer pengetahuan antara delegasi asing dan Indonesia.

Ia menyebut, Bali sendiri merupakan pusat dari segala macam objek wisata dan banyak overseas yang datang. Berangkat dari hal tersebutlah, kata Tri, pihaknya mendorong PERSI Bali agar bisa segera memaksimalkan transformasi digital dan menjadi lebih baik dari yang lainnya.

"Suka tidak suka harus tetap (Transformasi digital) karena ini persaingan dunia. Dari segi finansial juga saya kira RS bisa, SDM saya kira perlu komitmen dan benar-benar dilatih, yang kebiasaan awalnya manual harus dirubah ke digital. Jadi, semuanya harus open minded untuk perubahan mindset," ungkapnya.

Menurutnya, beberapa rumah sakit di Bali yang baginya telah mulai melakukan transformasi digital, di antaranya RSUP Prof Ngoerah dan BIMC Hospital.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas RSUP Sanglah Denpasar, Dewa Ketut Krisna mengaku sejak tahun ini beberapa hal seperti medical record, administrasi dan lainnya telah memulai bergeser ke digital.

"Jadi, medical record yang selama ini berupa map dan kertas tidak ada lagi. Dan selama ini level kecil sudah mulai (Transformasi digital), misal untuk surat menyurat, absensi dan dalam pemeriksaan radiologi berubah. Jadi, dimana saja dan kapan saja dokter bisa membaca hasil foto dan itu sudah kami lakukan selama ini," ucapnya.

Ia pun berharap, dengan pergeseran tersebut dapat makin meningkatkan mutu dan pelayanan RSUP Prof Ngoerah sehingga masyarakat dapat terlayani dengan cepat dan lebih baik lagi. Untuk diketahui, HIMSS22 APAC Health Conference & Exhibition digelar pada 27-28 September dengan menghadirkan program edukasi yang mencakup tiga kategori, di antaranya perawatan, data, dan keterhubungan.



Simak Video "Kebakaran Rumah Sakit Jiwa Solo Akibatkan 2 Pasien Tewas!"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/dpra)