Julukan Memalukan Meghan Markle dari Staf Kerajaan Inggris

Julukan Memalukan Meghan Markle dari Staf Kerajaan Inggris

Tim detikHot - detikBali
Senin, 26 Sep 2022 12:49 WIB
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 19: Meghan, Duchess of Sussex arrives at Westminster Abbey for The State Funeral of Queen Elizabeth II on September 19, 2022 in London, England. Elizabeth Alexandra Mary Windsor was born in Bruton Street, Mayfair, London on 21 April 1926. She married Prince Philip in 1947 and ascended the throne of the United Kingdom and Commonwealth on 6 February 1952 after the death of her Father, King George VI. Queen Elizabeth II died at Balmoral Castle in Scotland on September 8, 2022, and is succeeded by her eldest son, King Charles III.  (Photo by Christopher Furlong/Getty Images)
Meghan Markle. Foto: Getty Images/Christopher Furlong
Denpasar -

Staf kerajaan membongkar kelakuan buruk Meghan Markle selama menjadi anggota keluarga Kerajaan Inggris dalam sebuah buku bertajuk Courtiers: The Hidden Power Behind the Crown yang ditulis oleh Valentine Low. Dalam buku itu, Meghan Markle diberikan julukan khusus dari para staf kerajaan.

Dikutip dari detikHot, berdasarkan pengakuan para staf kerajaan, Meghan Markle disebut kerap membuat mereka sakit hati. Banyak perlakuan yang membuat staf ketakutan, seperti kerap memaki dan berbuat seenaknya.

Low pun mengungkap julukan Meghan Markle yang diberikan oleh para staf kerajaan. Mereka menyebut ibu dua anak itu 'sosiopat yang narsis'.


"Semua orang tahu institusi ini akan dinilai dari kebahagiaan Meghan. Kesalahan yang mereka buat adalah berpikir bahwa Meghan ingin bahagia," ujar salah satu mantan staf dikutip oleh Low dalam bukunya.

"Meghan justru ingin ditolak. Karena ia terobsesi dengan narasi itu sejak hari pertama," lanjutnya.

Low bahkan mengungkap dalam bukunya, kepala pers istana, Jason Knauf, disebut mengirimkan email ke sekretaris pribadi Pangeran William, Simon Case, pada 2018. Dalam email tersebut, ia mengungkap perilaku Meghan Markle yang disebutnya sebagai 'masalah serius'.

"Saya sangat prihatin setelah Duchess merundung dua asisten pribadi hingga memutuskan keluar dalam satu tahun terakhir," demikian email yang ditulis oleh Knauf berdasarkan keterangan Low.

Meghan Markle dan Pangeran Harry pun kemudian diminta untuk melakukan staf dengan lebih hormat. Namun, tanggapan yang diterima dari Meghan sangat tak disangka.

"Bukan tugasku untuk memanjakan orang," ujar Meghan Markle kala itu.

Meghan Markle dan Pangeran Harry memutuskan mundur sebagai anggota senior kerajaan pada 2020. Setelahnya, mereka memutuskan untuk tinggal di California bersama kedua anaknya, Archie dan Lilibet.



Simak Video "Meghan Markle yang Lagi-lagi Langgar Protokol Kerajaan Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/hsa)