Pemilik Senpi di Lombok Dibekuk-Satu Buron

Pemilik Senpi di Lombok Dibekuk-Satu Buron

Ahmad Viqi - detikBali
Rabu, 14 Sep 2022 14:50 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Pol Teddy Ristiawan, Rabu (14/9/2022).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Pol Teddy Ristiawan, Rabu (14/9/2022). Foto: Ahmad Viqi/detikBali
Mataram -

Pemilik senpi (senjata api) rakitan dengan tujuh butir peluru kaliber 3,8 atas nama Sumari alias Tuan Umeng (40), asal Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), rupanya seorang residivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

Pelaku rupanya sengaja menyimpan senpi rakitan buatan rekannya yang kini buron. Senpi tersebut digunakan untuk melancarkan aksi curat di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

Dirreskrimum Polda NTB Kombespol Teddy Ristiawan mengatakan, senpi rakitan milik Sumari ternyata digunakan untuk melancarkan aksinya mencuri barang berharga di wilayah hukum Kabupaten Lombok Tengah.


"Alat itu belum pernah digunakan. Kabarnya dari hasil penyelidikan, barang itu milik rekan pelaku yang masih buron," kata Teddy, Rabu (14/9/2022), di Mapolda NTB.

Pelaku Sumari rupanya ditangkap Tim Puma Polres Lombok Tengah saat beraksi di wilayah Kecamatan Praya. Pada saat ditangkap usai melakukan aksi curat, polisi menemukan barang bukti senpi rakitan.

"Ada juga peluru tujuh butir yang diamankan bersama satu pucuk airsoft," ucap Teddy.

Senpi kaliber 3,8 itu sudah dimodifikasi oleh pelaku, yang kerap menggunakan peluru tajam untuk menakuti para korban. "Kami masih dalami, karena (pelaku) dapat dari kawannya. Kawannya masih dalam pengejaran kami," jelasnya.

Meski masih aktif dan membahayakan, senpi airsoft itu belum pernah digunakan pelaku saat beraksi. "Masih dikembangkan. Apakah ada korban atau tidak," kata Teddy.

Pelaku Sumari diancam undang-undang nomor 12 tahun 1951 pasal 1 ayat (1). Pelaku diancam hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Dari hasil Operasi Jaran Rinjani 2022, polisi menyita senjata api rakitan, juga barang bukti parang, tang, linggis, mesin bor, mesin gerinda, obeng, dan beberapa anak kunci yang digunakan para tersangka saat beraksi.

"Sementara baru senja api rakitan saja yang paling membahayakan. Pelaku sudah diamankan dengan 362 tersangka lainnya di masing-masing Polres jajaran Polda NTB," pungkas Teddy.

Sebelumnya, Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto mengatakan, dalam Operasi Jaran Rinjani 2022 pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 363 pelaku pencurian. Sebanyak 336 pelaku kini sudah berstatus tersangka.

"Dari 363 tersangka ini berasal dari 275 laporan. Kami amankan meliputi tindak pidana yang sering disebut 3C, yaitu pencurian dengan pemberatan, dengan kekerasan, dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor)," kata Djoko, dalam keterangan pers, Rabu (14/9/2022), di Lapangan Polda NTB.



Simak Video "Perjalanan Panjang Amaq Sinta Melawan Begal"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)