PMI Surati Jokowi agar Dipulangkan ke Bali, LPKS Bantah Ada Penelantaran

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Rabu, 17 Agu 2022 20:21 WIB
Pengajar sekaligus pemilik Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Bali Widya Padmi Spa International School, Anak Agung Raka Murtini (57) ketika ditemui pada Rabu (17/8/2022) di kediamannya yang beralamat di Gang Sehati, Denpasar, Bali.
Foto: Pemilik LPKS Bali Widya Padmi Spa International School, Anak Agung Raka Murtini (57) ketika ditemui pada Rabu (17/8/2022) di kediamannya yang beralamat di Gang Sehati, Denpasar, Bali. (Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali)
Denpasar -

Surat dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bangli, Bali yang bernama I Gusti Ayu Vira Wijayantari (23) kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (14/8/2022) lalu viral di media sosial. Dalam surat tersebut, Vira Wijayantari menyampaikan kronologi keberangkatannya hingga permohonan ke Presiden agar memulangkannya ke Bali

Vira Wijayantari menyinggung bahwa apa yang dijanjikan oleh Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Bali Widya Padmi Spa International School milik Anak Agung Raka Murtini (57) tidak sesuai dengan apa yang Ia terima selama bekerja di Turki. Terkait viralnya surat Vira Wijayantari tersebut, Anak Agung Raka Murtini pun angkat bicara.

"Kalau Vira bilang terlantar itu tidak ada, kondisinya terfasilitasi dan setiap bulan saya selalu berkomunikasi dengan dia dan menanyakan kabarnya. Vira dari awal juga sama sekali tidak pernah membayar pelatihan spa karena saya juga prihatin dengan hidupnya sebelum berangkat," ucap wanita yang akrab disapa Bu Agung ini.


Kepada detikBali, pada Rabu (17/8/2022), Bu Agung mengaku dengan viralnya surat tersebut di sosial media dan beberapa berita di media, membuatnya merasa dirugikan karena nama baiknya dilecehkan. Apalagi, kata Bu Agung, dalam surat tersebut, identitasnya lengkap ditulis, mulai dari nama lengkap, alamat LPKS hingga nomor HPnya.

"Tetapi, saya tetap bertanggung jawab dan berupaya untuk memulangkan Vira ke Bali. Saya sudah kontak agen di Turki dan KBRI terkait pemulangannya, dan di infonya masih menunggu tiket pulang. Tadi juga sudah saya tanyakan ke agen di Turki bagaimana kondisi kesehatan Vira dan katanya sudah membaik," katanya ketika ditemui di kediamannya yang beralamat di Gang Sehati, Denpasar, Bali.

Lanjut Bu Agung, meski status keberangkatan Vira Wijayantari secara perseorangan atau mandiri tanpa melalui perusahaan penempatan atau PT3MI, dirinya mengaku tetap peduli akan kondisi Vira mengingat mereka masih ada hubungan keluarga.

Sementara itu, dari pihak Disnaker Provinsi Bali, Disnaker Bangli hingga BP3MI pun telah mengunjungi LPKS pasca viralnya surat Vira Wijayantari tersebut. Menurutnya, pihak Dinas pun telah mengetahui kronologi kejadiannya. LPKS Bali Widya Padmi Spa International School sendiri telah berdiri sejak tahun 2009. LPKS ini pun telah mengantongi izin mendirikan lembaga pelatihan kerja dengan nomor 563/47/DTKSK.

"Saya berharap masyarakat tidak mendengarkan cerita dari sebelah pihak saja. Saya tidak menuntut apa-apa yang penting nama baik saya kembali," tambahnya.

Sebelumnya, kisah PMI asal Bangli, Bali, yang bernama I Gusti Ayu Vira Wijayantari (23) viral di media sosial. Vira mengaku kondisinya saat ini tengah sakit dan minta agar segera dipulangkan ke Bali. Hal tersebut ia sampaikan melalui surat yang ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo pada Minggu (14/8/2022) lalu.



Simak Video "Kesan-kesan Prilly Latuconsina Jadi Dosen di UGM"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)