Waketum Demokrat Bicara soal Koalisi Besar

tim detikNews - detikBali
Selasa, 16 Agu 2022 11:58 WIB
Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas Yudhoyono. Foto: Istimewa
Bali -

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas Yudhoyono berbicara soal pentingnya koalisi besar dalam menjalankan pemerintahan. Saat ini Partai Demokrat sendiri tengah menjalin komunikasi dengan partai politik lain.

"Saya yakin komunikasi politik tidak bisa berhenti ke satu dua partai, kita ketahui dari masa periode ke periode, koalisi yang besar pun dibutuhkan. Karena setelah terjadinya pemerintahan di akan datang, ya tentu koalisi-koalisi juga membutuhkan tenaga dan energi yang lebih luas," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Menurut Ibas Yudhoyono, dibutuhkan lebih dari satu atau dua partai dalam menjalankan pemerintahan ke depan. Sedangkan untuk dinamika pemilu saat ini, dikatakannya, masih cair dan menjadi misteri.


"Jadi tidak hanya cukup satu dua partai saja yang memerintah, tapi juga diperlukan gabungan antara beberapa partai ke depan. Kita tidak tahu ya seperti apa pemilu kita, kita juga tidak tahu konsepnya seperti apa, semua masih misteri dan masih cair, dan kita lihat di hari-hari terakhir dalam pendaftaran nantinya," jelasnya.

Partai Demokrat sendiri, lanjut Ibas Yudhoyono, masih terus melakukan komunikasi dengan partai politik lain, baik secara terbuka maupun tertutup. Komunikasi tersebut dilakukan kepada partai-partai yang sudah berkoalisi maupun belum.

"Tentu komunikasi secara intens, baik secara terbuka dan tertutup terus dilakukan. Tidak hanya kepada partai-partai yang telah mendeklarasikan dengan koalisinya, tetapi juga dengan partai-partai yang saat ini masih belum melakukan deklarasi terhadap kemungkinan kerja sama ke depannya," ungkap Ibas Yudhoyono.

Partai Demokrat disebut akan terus mengikuti proses politik dan demokrasi ke depan. "Tentunya Partai Demokrat akan cair dan mengikuti segala proses politik ke depannya dan senantiasa dapat mengikuti proses demokrasi yang akan diselenggarakan di tahun-tahun ke depan," ucapnya.



Simak Video "SBY Khawatir Pilpres 2024 Curang, Pengamat: Kampanye Gratis PD"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)