Babak Baru Baim Wong Batal Ajukan Hak Merek Citayam Fashion Week

Babak Baru Baim Wong Batal Ajukan Hak Merek Citayam Fashion Week

Tim detikFinance - detikBali
Rabu, 27 Jul 2022 07:40 WIB
Bali -

Kontroversi pendaftaran hak merek Citayam Fashion Week memasuki babak baru. Ketika artis Baim Wong dan Indigo Aditya Nugroho telah mengajukan pembatalan, ada juga pihak baru mengajukan permohonan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu mengatakan, salah satu dasar yang digunakan oleh tim pemeriksa merek untuk menentukan apakah seseoraang berhak atau tidak adalah itikad baik. Adapun itikad tidak baik yang dimaksud adalah seseorang yang tidak berhak atas sesuatu, tetapi mengajukan atau numpang untuk mencari ketenaran dari ketenaran yang sudah ada.

"Ketika mengajukan merek dengan itikad yang tidak baik atau tidak punya integritas, saya bisa pastikan akan mengalami kelelahan karena akan berproses cukup panjang, mengeluarkan effort lebih besar, biaya lebih besar karena pasti akan ada gugatan dari berbagai macam pihak," kata Razilu dalam konferensi pers di Kemenkumham, Jakarta Selatan, Selasa (26/7/2022) seperti dikutip dari detikFinance.


Razilu mengatakan, sebelumnya ada 3 pihak yang mengajukan merek atas nama Citayam Fashion Week yakni artis Baim Wong melalui PT Tiger Wong Entertainment, Indigo Aditya Nugroho, dan Daniel Handoko Santoso. Berikutnya satu pihak mengajukan atas nama PT Tekstil Industri Palekat dengan merek Citayam saja.

"Terkait merek Citayam Fashion Week, itu ada 4 permohonan sebenarnya yang diajukan oleh kita. Ada 2 jenis di barang dan 2 di jasa. Yang menyebut secara langsung Citayam Fashion Week itu 3, dan baru didaftarkan tanggal 25 (Juli) itu hanya Citayam saja PT Tekstil Industri," kata Razilu.

Dari empat pemohon tersebut, Baim Wong dan Indigo Aditya Nugroho telah mengajukan penarikan kembali. Razilu mengapresiasi keputusan itu dan berharap pihak lain juga melakukan hal sama agar polemik ini tidak berkepanjangan.

"Harapan kita sebenarnya supaya tidak terjadi berkelanjutan polemik ini di masa mendatang, pihak-pihak yang telah mengajukan, mengambil sikap yang sama untuk ditarik kembali sehingga tidak berkelanjutan prosesnya di tempat kita," imbuhnya.

Menurut Razilu, Citayam Fashion Week seharusnya menjadi milik umum. "Karena memang Citayam Fashion Week telah jadi kata yang umum, kemudian diambil sekelompok orang untuk dikembangkan," tuturnya.

Dilansir dari detikFinance, Direktur Merek dan Indikasi Geografis Kurniaman Telaumbanua mengatakan pihaknya belum bisa mengidentifikasi siapa pencetus pertama Citayam Fashion Week. Untuk itu, dia menyarankan remaja yang kerap nongkrong di Dukuh Atas membuat komunitas untuk mengklaim istilah tersebut.

"Kita sarankan kalau bisa ini jadi kolektif saja dibentuk perkumpulan atau badan hukum, kemudian perkumpulan/badan hukum itu yang mendaftarkan mereknya sehingga bisa mendapatkan manfaat dari keadaan ini," kata Kurniaman.

Diberitakan, Baim Wong mencabut pendaftaran Citayam Fashion Week di HAKI. Dalam sebuah konferensi pers bersama dengan konsultan HAKI, dia secara resmi mencabut pendaftaran tersebut dengan menandatangani Surat Permohonan Penarikan Kembali Permohonan Baru.

"Sekarang saya mau melepas. Saya tinggal tanda tangan. Saya mau ini jadi saksi ya. Supaya tidak ada Citayam Fashion Week di Tiger Wong Entertainment," kata Baim Wong saat melakukan konferensi pers.

(iws/iws)