Legalisasi Ganja Medis Ditolak MK, Menkes Sebut Tetap Akan Ada 'Izin'

Tim detikHealth - detikBali
Kamis, 21 Jul 2022 12:26 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Foto: Menkes Budi Gunadi Sadikin (Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Bali -

Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak permohonan untuk melegalkan ganja medis. Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan tetap akan ada izin untuk penelitian.

"Nggak. Ganja ini di Kementerian Kesehatan mau kita gunakan untuk penelitian dulu," kata Menkes di sela kunjungan di SMAN 1 Cibinong, Kamis (21/7/2022).

Menurut Menkes, penggunaan ganja medis harus berbasis ilmiah. Hal itu, kata dia, sama dengan morfin yang juga termasuk golongan narkotika, saat ini bisa digunakan sebagai obat. Penggunaannya dizinkan setelah memiliki bukti ilmiah yang menjadi pedoman untuk menggunakannya di bidang medis.


"Morfin itu kan narkotika tapi sekarang dipakai, kalau misalnya ada orang sakit, orang lagi luka, ada bencana, ada perang semua orang disuntik morfin. Tapi sudah diukur morfinnya segini, diberikannya ke orang ini, nggak boleh di jual bebas," jelas Menkes.

Hal yang sama juga akan dilakukan pada ganja medis. Menurutnya, butuh penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan bukti ilmiah terkait pemanfaatan ganja medis untuk pengobatan. Termasuk di dalamnya, dosis penggunaannya.

"Nah yang mau kita bikin adalah izin untuk penelitian itu, bukan izin untuk pemakaian," tegas Menkes.

Simak Video 'Alasan Terkuat MK Tolak Legalisasi Ganja Medis':

[Gambas:Video 20detik]



(kws/kws)