Menakar Peran Generasi Muda Bali dalam Mengawal Kebijakan Publik

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Rabu, 06 Jul 2022 21:25 WIB
Suasana Gelar Wicara BASAibu Wiki Mengisi Demokrasi & Memantik Partisipasi Publik yang digelar pada Rabu (6/7/2022) bertempat di Balai Bahasa Provinsi Bali, Jalan Trengguli I Denpasar, Bali.
Foto: Suasana Gelar Wicara BASAibu Wiki 'Mengisi Demokrasi & Memantik Partisipasi Publik' yang digelar pada Rabu (6/7/2022) bertempat di Balai Bahasa Provinsi Bali, Jalan Trengguli I Denpasar, Bali. (Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali)
Denpasar -

Perwakilan BASAbali Wiki, Putu Eka Guna Yasa (32) menilai antusiasme generasi muda Bali dalam mengawal kebijakan publik relatif rendah, sehingga dibutuhkan suatu wadah bagi generasi muda dalam menyampaikan aspirasi mereka. Serta dibutuhkan wadah yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Menurut Eka, generasi muda juga harus terus menerus dipantik agar mau berpartisipasi dalam kebijakan publik. Mereka tidak boleh pasif, tetapi harus proaktif untuk bisa menunjang dan mendukung program pemerintah.

Hal tersebut Putu Eka Guna Yasa sampaikan dalam Gelar Wicara BASAibu Wiki 'Mengisi Demokrasi & Memantik Partisipasi Publik' yang digelar pada Rabu (6/7/2022) bertempat di Balai Bahasa Provinsi Bali, Jalan Trengguli I Denpasar, Bali.


"Kami ingin generasi milenial Bali lebih aktif berpartisipasi dalam kebijakan publik. Terutama kita punya bahasa ibu di Bali, yaitu Bahasa Bali. Jadi, kebijakan-kebijakan pemerintah harus kita kawal. Baik itu dengan kritik yang konstruktif maupun ide-ide kreatif, karena kita tahu pemerintah tidak bisa menjangkau semua hal sebagai pelayan publik," katanya.

Selanjutnya, melalui kegiatan Wiki Marathon, diharapkan antusias masyarakat khususnya generasi milenial dapat meningkat. Wiki Marathon sendiri digagas sejak tahun 2018 lalu dan untuk tahun 2022-2023 telah ada beberapa agenda Gelar Wicara dengan berbagai tema yang dipersiapkan bagi generasi muda.

"Harapannya makin banyak generasi milenial Bali yang secara kreatif bisa menyampaikan gagasannya sesuai dengan topik Wikiton," tambahnya.

Sementara itu, Akademisi Universitas Udayana, Ni Made Ras Amanda Gelgel (42) menilai salah satu karakter dari generasi muda, yakni harus ada dorongan atau dipancing untuk dapat aktif berpartisipasi dalam segala hal, termasuk dalam hal berkomunikasi.

"Dia tidak akan mau ngomong kalau tidak mau ditanya. Trik atau strategi yang bisa kita lakukan agar mereka mau aktif dalam memberi gagasan adalah dengan mari kita melempar isu-isu yang tidak viral tetapi perlu untuk dibahas dan perlu diketahui bagi mereka," tuturnya.

Menurutnya, dalam penggunaan internet sendiri sama halnya dengan seseorang yang tengah menyetir.

"Jadi, kita harus tahu aturan dan ada banyak rambu-rambu yang harus diikuti. Inilah yang banyak tidak diketahui karena masyarakat sendiri juga suka berpikir bahwa apapun yang baru berarti semuanya baik. Sama halnya dengan internet. Nyatanya semua yang ada di internet, tidak semuanya membawa dampak yang positif," ungkapnya.



Simak Video "Sederet Negara Disusupi Varian Omicron, Luhut Pastikan RI Tak Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)