Dokter RSUP Sanglah Ungkap Kondisi Bocah Derita Kanker di Karangasem

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Sabtu, 02 Jul 2022 16:51 WIB
Ni Ketut EY, bocah yang menderita tumor ganas, dipangku oleh ibunya di rumahnya, di Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Sabtu (2/7/2022)
Ni Ketut EY, bocah yang menderita tumor ganas, dipangku oleh ibunya di rumahnya, di Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Sabtu (2/7/2022). Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali
Denpasar -

Dokter Spesialis Anak di RSUP Sanglah Denpasar, dr. Kadek Ayu Yani Lastariana, Sp.A, menjelaskan kondisi pasien Ni Ketut EY (2) yang menderita tumor ganas atau kanker dari Banjar Dinas Sanggem, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem.

dr Yani menjelaskan pasien Ni Ketut EY mengidap penyakit kanker berupa benjolan di kepala dan leher. Pasien ini pertama kali datang ke RSUP Sanglah Denpasar kurang lebih pada satu tahun lalu dengan kondisi ada benjolan pada tubuhnya.

Pasien pada awalnya datang ke bagian bedah dan setelah terdiagnosis barulah dibawa ke Poli Anak untuk dilakukan kemoterapi.

"Pada saat itu kami berikan kemoterapi protokol pertama. Namun, responnya parsial yang artinya masa itu mengecil sebagian dan di akhir protokol, masanya besar kembali, sehingga saat ini sedang menjalankan protokol kedua," jelasnya ketika ditemui di RSUP Sanglah Denpasar, Jumat (1/7/2022).



Pihaknya masih menunggu hasil kemoterapi untuk menentukan jenis kanker yang diderita bocah malang tersebut sebab statusnya masih parsial.

Sementara, menurut dr Yani, penyebab kanker pada anak-anak hingga kini memang sulit untuk diketahui. Berbeda halnya dengan orang dewasa yang dapat diketahui faktor penyebabnya.

Sementara fungsi kemoterapi sendiri adalah untuk mengecilkan ukuran kanker tersebut. Adapun beberapa efek samping yang paling umum terjadi dari kemoterapi, di antaranya rambut rontok hingga mual dan muntah.

"Pasien ini cenderung kuat dan biasanya hanya mengalami mual dan muntah, hanya saja tidak berat. Saat ini kami sedang memantau respon kemoterapinya," tambahnya.

Ni Ketut EY merupakan pasien yang sebelumnya dirawat di Poli Anak dan pada Rabu (29/6/2022) telah diizinkan pulang.

"Kemarin tidak ada pendarahan dari masa (tumor) dan kondisi umum stabil sehingga kami izinkan untuk pulang. Minggu depan dia akan kontrol untuk evaluasi efek samping kemoterapi," paparnya.

Menurutnya, pasien Ni Ketut EY dalam beberapa waktu dekat ini akan kembali ke RSUP Sanglah Denpasar untuk menjalani kemoterapi selanjutnya.

"Jadi, pasien memang sering bolak-balik RS karena menyesuaikan dengan jadwal kemoterapinya," pungkasnya.




Simak Video "Perjuangan Olivia Newton-John Melawan Kanker Payudara Sebelum Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)