Omicron BA 4-BA 5 Terdeteksi di Bali, Bandara Pasang Thermal Scanner

Triwidiyanti - detikBali
Senin, 13 Jun 2022 16:06 WIB
GM Bandara I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan
Foto: Triwidiyanti/detikBali
Badung -

Terkait virus varian baru Omicron BA.4 dan Omicron BA.5 yang terdeteksi di Bali, General Manager (GM) Bandara I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan menegaskan bahwa pihak bandara terus meningkatkan penjagaan. Bahkan thermal scanner (alat pendeteksi suhu tubuh) pun dipasang di sejumlah titik, seperti di terminal kedatangan dan keberangkatan.

"Kami bekerjasama dengan KKP (Kantor Kesehatan pelabuhan) memastikan Bali bukan jalur masuknya, seperti misalnya dari faskes (fasilitas kesehatan) yang ada kita mempertahankan, fokuskan thermal scanner selalu siaga," ungkapnya di Gedung Wistisaba, Senin (13/6/2022).

"Kami senantiasa melaksanakan pembersihan disinfektan alat kerja kami di lapangan, hand sanitizer terus disiagakan dan selalu mengimbau para penumpang untuk menjaga kesehatan," imbuhnya.


Dan menjelang perhelatan yang akan digelar, seperti G20 yang akan digelar pada 15-16 November mendatang, Indonesia internasional Marathon 26 Juni 2022, dan Konferensi peradilan konstitusi sedunia pada 4-7 Oktober 2022, pihaknya memperketat penjagaan, karena sebagaimana diketahui pada ajang GPDRR Bali terdeteksi ada 3 delegasi yang terpapar varian baru tersebut.

Terkait hal ini, pihaknya mengaku masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan apakah nantinya untuk di pintu masuk Bandara jelang event tersebut akan diperketat atau tidak.

Sementara itu, Co GM Operasional Bandara Ngurah Rai Ruly Artha menegaskan, pihaknya akan siap apabila diminta oleh Kemenkes untuk mempersiapkan segala peralatan dalam rangka menekan virus varian baru tersebut.

Pihak bandara masih terus berkoordinasi dengan tim KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan).

"Prinsipnya dengan adanya varian baru ini, thermal scanner masih terus lanjut. Kami terus memantau penumpang yang ada di bandara. Profiling terus kita lakukan dalam keseharian kita juga kerjasama dengan tim lain," bebernya.

Bahkan, imbuh Handy, di lapangan petugas pengawas penumpang internasional lebih banyak dikerahkan. "Kalau kita mengacu aturan dari Kemenkes. Jikalau virus ini meningkat dan penumpang harus PCR, kita ready," tandasnya.

Menurut Aidil Philip Julian selaku Co GM Comercial Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bandara telah memiliki laboratorium yang sangat lengkap. "Kita dapat mengecek sampel dalam waktu 1 jam kita ready terkait aturan yang dipersiapkan secara operasional. Apabila aturan berubah ya intinya kita bisa mencegah virus itu berkembang. Bahkan kalau perlu kita gelar vaksin seperti dulu kita siap dan kita lakukan kapan pun," tandas Aidil.



Simak Video "Lokasi Bandara Ngurah Rai Rawan Bencana, Ini Langkah Mitigasi BMKG"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)