Semeton Bali Wajib Tahu, Pusat Berencana Hapus Migor Curah

detikFinance - detikBali
Sabtu, 11 Jun 2022 17:11 WIB
Minyak goreng curah
Minyak goreng curah. Foto: Dok.detikfinace
Bali -

Pemerintah berencana akan menghapus minyak goreng curah dari peredaran. Minyak goreng yang beredar di pasaran nantinya minimal hanya dalam bentuk kemasan sederhana.

Sedang dalam Persiapan

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan penghapusan minyak goreng curah sedang dalam persiapan.

Rencana penghapusan minyak goreng sudah diumumkan ke pengusaha. Tujuannya agar pelaku usaha sudah mulai mempersiapkan diri. Sehingga saat kebijakan itu diberlakukan, pengusaha sudah siap. Penghapusan ini menunggu harga minyak goreng stabil agar tidak terjadi keributan di masyarakat.


"Masih dalam persiapan. Tapi sekarang fokusnya di minyak goreng curah dulu tersedia. Nanti bertahap kita akan wajibkan kemasan," jelasnya, kepada detikcom, Sabtu (11/6/2022).

Dinilai Kurang Higienis

Penghapusan minyak goreng curah dilakukan secara bertahap. Alasan di balik keputusan penghapusan minyak goreng curah sendiri adalah karena dinilai kurang higienis.

"Kami juga minta nanti secara bertahap tidak ada lagi minyak goreng curah, menuju kemasan sederhana, karena itu kurang higienis. Itu yang sedang kami kerjakan dan banyak pengusaha yang akan melakukan hal itu dengan harga tetap," papar Luhut dalam Business Matching Program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR), di Legian, Badung, Bali, dikutip dari detikBali, Jumat (10/6/2022).

Bukan Kebijakan Baru

Wacana penghapusan minyak goreng curah sebetulnya bukan hal baru. Tahun lalu Kementerian Perdagangan pernah menyampaikan bakal menghapus minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022. Namun, kebijakan itu dibatalkan.

Dalam catatan detikcom, alasan dari keputusan tersebut ada beberapa pertimbangan, pertama melihat kondisi pandemi yang penuh ketidakpastian. Kedua karena masih tingginya harga CPO atau minyak sawit mentah.

Bahkan sudah sempat ada aturan yang menetapkan minyak goreng curah dihapus. Hal itu tertera dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 Tahun 2020 Tentang Minyak Goreng Sawit Wajib Kemasan. Mengenai minyak goreng yang akan diberhentikan ini tertuang pada pasal 27. Namun, aturan itu sudah dicabut dan tidak berlaku.

"Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Minyak Goreng Sawit dalam bentuk curah yang beredar di pasar masih dapat diperdagangkan sampai dengan tanggal 31 Desember 2021," bunyi pasal 27.

Berapa harga minyak goreng kemasan nanti?

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan harga minyak goreng kemasan itu akan berbeda dengan minyak goreng curah yang memiliki harga eceran tertinggi Rp 14.000 per liter.

Ia memperkirakan ada kemungkinan akan melebihi Rp 14.000 per liter yang disebabkan adanya biaya yang diperuntukkan untuk pengemasan.

"Tidak banyak, paling tambahnya Rp 1.500. Biaya packing tidak banyak," jelasnya, kepada detikcom, Sabtu (11/6/2022).

Sahat memberi catatan, subsidi atau kewajiban memasok di dalam negeri (domestic market obligation/DMO) minyak goreng harus diberlakukan saat kebijakan penghapusan minyak goreng curah ini aktif agar kebijakan ini berjalan lancar dan harga terkendali.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan penghapusan minyak goreng curah masih dalam tahap persiapan.

"Masih dalam persiapan. Tapi sekarang fokusnya di minyak goreng curah dulu tersedia. Nanti bertahap kita akan wajibkan kemasan," jelasnya.

Oke mengungkapkan rencana ini sudah diumumkan ke pengusaha. Tujuannya agar pelaku usaha sudah mulai mempersiapkan diri. Sehingga saat kebijakan itu diberlakukan, pengusaha sudah siap.



Simak Video "Jokowi Bolak-balik Singgung Harga BBM, Apa yang Dicemaskan?"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)