BBPOM Temukan Kolak Pink di Pasar Ramadan, Ini Hasil Uji Labnya

BBPOM Temukan Kolak Pink di Pasar Ramadan, Ini Hasil Uji Labnya

Abrur - detikBali
Kamis, 14 Apr 2022 07:17 WIB
Petugas BPOM Denpasar sedang menguji sampel makanan dan minuman yang diperoleh dari Pasar Ramadan Banjar Tunggal Sari, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan pada Rabu (13/4/22).
Petugas BPOM Denpasar sedang menguji sampel makanan dan minuman yang diperoleh dari Pasar Ramadan Banjar Tunggal Sari, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan pada Rabu (13/4/22). (Abrur/detikBali)
Tabanan -

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar menggencarkan sidak selama bulan ramadan, menyasar pasar pasar dadakan yang menjamur setiap sore hari jelang berbuka.

Pada Rabu (13/4/2022), giliran Pasar Ramadan Banjar Tunggal Sari, di Desa Dauh Peken, Tabanan yang menjadi sasaran sidak. Dalam sidak yang digelar di saat ramai pembeli yang belanja sambil ngabuburit itu, BBPOM menemukan kolak dengan campuran bahan berwarna pink terang. Tak pelak, sang penjual kolak menjadi sasaran sidak.

Petugas BBPOM lantas membawa satu gelas kolak tersebut ke mobil khusus yang sudah didesain layaknya laboratorioum berjalan. Sampel kolak tersebut dites di dalam laboratorium untuk mencari tahu kandungannya.


Umumnya, makanan dengan warna terang dicurigai mengandung zat pewarna tekstil. Pada beberapa kali sidak lapangan, BBPOM memang sering menemukan makanan yang tidak dibuat dari pewarna makanan.

Namun hasil tes terhadap kolak pink tersebut rupanya cukup melegakan. Tidak ditemukan kandungan zat berbahaya dalam kolak tersebut.

"Tadi kami curiga sih. Warnanya terang banget. Warna pink. Ternyata memenuhi syarat," jelas Koordinator Kelompok Substansi Infokom BBPOM Denpasar, Luh Putu Witariathi, usai pengujian.

Dalam kesempatan tersebut, petugas menguji sedikitnya 23 sampel takjil beserta makanan dan minuman untuk berbuka puasa di Pasar Ramadan Banjar Tunggal Sari.

"Di Tabanan ini, dari 23 sampel semuanya memenuhi syarat," kata Witariathi.

Selain kolak, beberapa sampel yang diuji antara lain pepes ikan, ikan bumbu, pop corn, tahu goreng, getuk, ote-ote, kolak, sempol, dan bakso. Dengan hasil uji seperti itu, ia mengatakan makanan dan minuman yang dijual di pasar tersebut aman untuk dikonsumsi.

Ia menjelaskan, pengujian terhadap makanan dan minuman tersebut untuk memastikan tidak mengandung zat atau bahan berbahaya bagi kesehatan. Seperti pewarna tekstil, boraks, atau formalin.

"Tadi kami uji pepes ikan goreng ternyata tidak mengandung (formalin). Artinya aman dikonsumsi. Termasuk minuman kolak yang warna campurannya ngejreng. Boleh pakai pewarna makanan. Tetapi yang sudah ada izin edar," sambungnya.

Menurutnya, Kabupaten Tabanan menjadi daerah keempat yang disasar pihaknya dalam pengujian keamanan makanan dan minuman tersebut. Sebelumnya, kegiatan yang sama dilakukan di Kota Denpasar serta Kabupaten Gianyar dan Badung.

"Menjelang Ramadan dan Idul Fitri kita melaksanakan intensifikasi pengawasan," kata Witariathi.

Selain takjil atau menu berbuka puasa yang dijajakan di pasar-pasar dadakan, pengawasan juga dilakukan terhadap produk makanan dan minuman pada sentra-sentra distribusi.

"Pengawasannya seperti izin edar, masa kedaluwarsa, termasuk kemasannya," bebernya.



Simak Video "Kobaran Api Melahap Bangunan Toko 3 Lantai di Tabanan Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(nke/nke)