detikBali

Sosok I Gede Aiswarya Kartika, Pemuda Bali Runner-up Mister International 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sosok I Gede Aiswarya Kartika, Pemuda Bali Runner-up Mister International 2026


Mariana Yaroh - detikBali

I Gede Aiswarya Kartika.
I Gede Aiswarya Kartika. (Foto: Instagram @aiskartika_)
Denpasar -

Pemuda asal Bali, I Gede Aiswarya Kartika, berhasil mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Ia meraih posisi 2nd runner-up atau juara ketiga dalam ajang Mister International 2026 yang digelar di MCC Hall, Nonthaburi, Thailand, pada Sabtu, 26 September 2026.

Prestasi tersebut diraih Ais, sapaan akrabnya, setelah bersaing dengan 52 kontestan dari berbagai negara hingga babak final. Tak hanya membawa pulang gelar juara, Ais juga memperkenalkan kekayaan budaya Bali melalui penampilannya di ajang tersebut.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah saat Ais membawakan kostum nasional bertema Barong Landung. Berkat penampilan tersebut, ia juga berhasil meraih gelar Best National Costume.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, seperti apa sosok I Gede Aiswarya Kartika yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Mister International 2026? Berikut profil dan prestasinya.

ADVERTISEMENT

Profil dan Prestasi Aiswarya Kartika

I Gede Aiswarya Kartika lahir di Bali pada 22 September 2002. Saat ini, ia berusia 24 tahun. Tak hanya berprestasi di dunia modeling, Ais juga memiliki latar belakang akademik yang membanggakan.

Ia merupakan lulusan Politeknik Negeri Bali dari jurusan Teknik Otomasi dengan IPK 3,81.

Ketertarikan Ais pada bidang teknologi dilatarbelakangi semangat dan kerja keras sang ayah yang bekerja sebagai teknisi mesin. Sejak kecil, Ais kerap melihat ayahnya memperbaiki hingga menguji kelayakan mesin mobil. Ia meyakini teknologi dapat menyelamatkan dan membantu banyak orang.

Bakatnya di bidang teknik dan inovasi juga membuahkan prestasi. Pada tahun ketiga perkuliahan, Ais mewakili kampusnya dalam kompetisi Singapore World Invent 2023 dan meraih medali perunggu melalui inovasi jam pintar yang dapat memantau lima organ vital manusia.

Melalui inovasi dan teknologi yang dipelajarinya, Ais ingin memberikan dampak yang lebih besar bagi dunia.

Pernah Menjadi Duta Endek Denpasar 2025

Sebelum mewakili Indonesia di kompetisi modeling internasional, Ais lebih dulu menorehkan prestasi di tingkat lokal. Pada 2025, pria bernama lengkap I Gede Aiswarya Pandit Kartika tersebut dinobatkan sebagai Duta Endek dalam ajang yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar.

Melalui peran tersebut, Ais mengemban tugas sebagai generasi muda yang mempromosikan wastra lokal Endek ke tingkat nasional maupun internasional.

Ais juga aktif sebagai model profesional dan kerap tampil di panggung peragaan busana. Pengalamannya di dunia modeling menjadi bekal untuk bersaing dengan kontestan dari berbagai negara di ajang Mister International 2026.

Bawa Budaya Bali ke Panggung Dunia

Salah satu momen yang membanggakan dalam perjalanan Ais di Mister International 2026 adalah saat ia mengenakan kostum nasional bertema Barong Landung karya desainer asal Bali, Inggi Kendran.

Kostum tersebut memadukan unsur Barong Landung, kostum ksatria, udeng, dan kain poleng khas Bali dengan dominasi warna emas dan hitam. Perpaduan itu melambangkan filosofi Rwa Bineda tentang keseimbangan serta kepemimpinan yang menginspirasi.

Detail lainnya, seperti sabuk dan gelang kaki berwarna emas dengan ukiran tradisional, memperkuat karakter seorang ksatria. Penampilan tersebut juga diiringi musik khas Bali.

Kostum dan penampilan tersebut mengantarkan Ais meraih gelar Best National Costume. Ia kemudian melaju hingga babak final dan menempati posisi 2nd runner-up atau juara ketiga.

Prestasi I Gede Aiswarya Kartika menjadi kebanggaan bagi Indonesia, khususnya Bali. Ia tidak hanya berhasil menembus tiga besar Mister International 2026, tetapi juga membawa identitas dan kekayaan budaya daerahnya ke panggung internasional.

Pencapaian Ais menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia dapat bersaing di tingkat dunia sekaligus memperkenalkan budaya bangsa kepada masyarakat internasional.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads