Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal berupaya mencari strategi jitu untuk memperbaiki tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Saat ini, Pemprov NTB memiliki tiga BUMD sektor finansial (Bank NTBS, BPR NTB, dan Jamkrida) serta 1 BUMD non-finansial yaitu PT Gerbang NTB Emas (GNE) yang memiliki sejumlah anak perusahaan dan unit bisnis.
"Kecuali Jamkrida, seluruhnya dalam kondisi tidak sehat," tutur Iqbal dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Iqbal membeberkan Bank NTBS dan BPR NTB memiliki non-performing loan (NPL) faktual di atas 12 persen dan mengalami kerugian lebih dari Rp 200 miliar pada 2025. Sementara GNE mengalami kerugian hampir Rp 30 miliar yang seluruhnya disumbangkan oleh anak-anak usaha.
"Setelah melakukan pembenahan total selama tahun pertama, saat ini seluruh BUMN sudah sehat dan sudah mencetak keuntungan lebih besar dari sebelumnya," imbuh Iqbal.
Iqbal mengungkapkan dirinya berusaha melakukan pembenahan agar BUMD yang dia sebut sakit itu menjadi sehat. Termasuk dengan pembenahan tata kelola bisnis, mengubah strategi bisnis, mengganti seluruh manajemen dengan orang-orang profesional, merombak struktur kelembagaan, hingga mempercepat penyelesaian kewajiban kepada pihak ketiga.
Menurut Iqbal, setelah melakukan pembenahan selama satu tahun, perusahaan-perusahaan tersebut telah kembali ke kondisi bisnis normal. Pada tahun kedua, Iqbal berujar, prioritasnya adalah mengonsolidasikan seluruh BUMD dengan strategi pembangunan jangka menengah dan jangka panjang.
"BUMD tidak hanya menjalankan fungsi komersial tapi harus menjadi katalisator pembangunan," kata Iqbal.
Simak Video "Video: Tiga Peraih Anugerah Program Bisnis Terpuji detikBali-Nusra Awards 2026"
(iws/iws)