Pagi masih basah ketika rombongan Napak Tilas Pahlawan Nasional Letkol I Gusti Ngurah Rai 2025 memasuki Gianyar. Sebanyak 20 personel inti yang sehari sebelumnya berangkat dari Jembrana, kembali berdiri tegak setelah menembus hujan yang mengguyur perjalanan mereka sejak ujung barat Bali.
"Basah semua. Pasukan pengusung juga basah semua," kata Koordinator Tim Napak Tilas 2025, Rai Riawati, saat ditemui di Alun-alun Gianyar, Minggu (16/11/2025).
Mereka tiba pukul 07.55 Wita. Dari jeep-jeep tua yang membawa rombongan itu, dua barisan langsung terbentuk: satu membawa pataka, panji, dan surat sakti di atas tandu berhias seperti tempat sesaji; satu lagi barisan loreng yang bergerak ke sisi utara alun-alun.
Cuaca cerah, setidaknya kali ini. Upacara penyerahan pataka dan pelepasan tim dapat berlangsung tanpa gangguan. Namun tak semuanya berjalan mulus. Seorang anggota tim bernama Rara, siswa SMKN Sukawati, tiba-tiba roboh di barisan-dugaan kelelahan setelah perjalanan panjang.
Meski ada insiden itu, upacara tetap tuntas. Tim kembali bergerak ke titik-titik penting di Gianyar seperti Tugu Pahlawan Batubulan dan Taman Makam Pahlawan Kerta Kirttya Mandala.
Baca juga: Jejak Senyap Ngurah Rai di Jineng Sobangan |
"Sekarang upacara penyerahan surat sakti, pataka, dan panji. Ditandai penandatanganan penyerahan dari Gianyar ke Denpasar. Tadi memang ada yang pingsan. Namanya, Rara," ujar Rai.
Simak Video "Video Ribuan Jemaah Napak Tilas NU Tiba di Surabaya Naik 30 Perahu-2Feri"
(dpw/dpw)