Pemilik tanah perlu memastikan batas bidang tanahnya terlihat jelas. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memasang patok sebagai penanda batas wilayah tanah.
Keberadaan patok penting untuk memperjelas bahwa suatu bidang tanah memiliki batas dan pemilik yang jelas. Jika tidak diberi tanda batas, tanah berpotensi dimanfaatkan atau bahkan diklaim pihak lain tanpa seizin pemilik.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memicu perselisihan atau sengketa terkait kepemilikan tanah.
Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan patok tanah dan apa saja manfaat memasangnya?
Apa Itu Patok Tanah?
Dilansir detikProperti dari akun Instagram Kementerian ATR/BPN, patok tanah merupakan tanda yang digunakan untuk menunjukkan batas suatu bidang tanah. Patok tersebut dipasang atau ditancapkan pada permukaan tanah.
Material yang digunakan untuk membuat patok cukup beragam. Patok dapat dibuat dari beton, pipa besi, pipa paralon, maupun kayu.
Umumnya, patok memiliki panjang sekitar 50 cm. Dari ukuran tersebut, sekitar 10 cm berada di atas permukaan tanah, sementara 40 cm lainnya ditanam ke dalam tanah.
Fungsi Memasang Patok Tanah
Pemasangan patok tidak hanya berfungsi sebagai tanda visual. Ada sejumlah manfaat penting dari keberadaan tanda batas tersebut. Berikut beberapa di antaranya, sebagaimana dikutip dari situs Kantor Pertanahan Kota Banjarmasin.
1. Melindungi Aset Tanah
Patok menjadi penanda fisik yang menunjukkan batas suatu bidang tanah secara jelas. Dengan adanya tanda tersebut, batas lahan dapat lebih mudah dikenali sesuai dengan ketentuan dan dokumen pertanahan yang berlaku.
Keberadaan patok juga dapat membantu mencegah pihak lain mengklaim atau menggunakan lahan di luar batas yang menjadi haknya.
2. Mencegah Sengketa
Perselisihan mengenai batas maupun kepemilikan tanah masih dapat terjadi di masyarakat. Salah satu langkah untuk mengurangi potensi masalah tersebut adalah memastikan batas bidang tanah terlihat dan diketahui dengan jelas.
Patok dapat membantu menunjukkan batas tanah yang telah disepakati dan tercatat dalam dokumen pertanahan resmi. Dengan demikian, batas fisik di lapangan dapat lebih mudah dicocokkan dengan data administrasi.
3. Memudahkan Pengukuran
Pemasangan tanda batas juga dapat membantu proses pengukuran bidang tanah. Batas yang sudah ditandai membuat petugas lebih mudah menentukan titik-titik batas ketika melakukan pengukuran.
Hal tersebut dapat mendukung berbagai proses layanan pertanahan, mulai dari pendaftaran tanah, pemecahan bidang, hingga pengukuran kembali.
Pemasangan patok juga dapat membantu memperlancar proses yang berkaitan dengan transaksi tanah, seperti jual beli, karena batas fisik bidang tanah sudah lebih jelas.
Aturan Pemasangan Patok Tanah
Pemasangan tanda batas tanah juga memiliki ketentuan yang perlu diperhatikan. Aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 16 Tahun 2021.
Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pemasangan tanda batas dilakukan oleh pemohon setelah memperoleh persetujuan dari pemilik tanah yang berbatasan.
- Tanda batas yang telah dipasang perlu didokumentasikan melalui pemotretan dengan menyertakan keterangan lokasi, koordinat, atau geotagging.
- Pemohon bertanggung jawab terhadap pemeliharaan tanda batas yang telah dipasang.
- Harus terdapat surat pernyataan mengenai pemasangan tanda batas serta persetujuan dari pemilik tanah yang berbatasan.
- Hasil pemotretan tanda batas, surat pernyataan pemasangan tanda batas, dan persetujuan pemilik tanah yang berbatasan menjadi bagian dari kelengkapan dokumen permohonan.
Dengan demikian, memasang patok bukan hanya soal memberikan tanda pada tanah. Keberadaan tanda batas yang jelas dapat membantu pemilik mengenali dan menjaga asetnya sekaligus mengurangi potensi perselisihan mengenai batas tanah di kemudian hari.
Simak Video "Video: Jembatan Kamboja Hancur Usai Dibombardir Thailand"
(nkm/nkm)