Sepakbola Internasional

2 Legenda Serie A Italia Kecam Permainan Kasar Argentina

Randy Prasatya - detikSumut
Jumat, 17 Jul 2026 12:19 WIB
Laga Argentina VS Inggris (Foto: Getty Images/Catherine Ivill - AMA)
Jakarta -

Kemarahan mewarnai studio televisi Italia usai Inggris kalah dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026. Dua legenda sepakbola yang pernah berkarier di Serie A melontarkan kritik tajam, terutama terhadap keputusan wasit sepanjang pertandingan.

Laga Inggris kontra Argentina digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, Tim Tango sukses membalikkan keadaan dan menang 2-1 untuk memastikan tiket ke final.

Dilansir detikSport dari Corriere dello Sport, suasana di studio Rai 1 sempat memanas sejak babak pertama akibat jalannya pertandingan yang berlangsung keras. Salah satu insiden yang menjadi sorotan terjadi saat gelandang Argentina, Leandro Paredes, menyikut kepala Elliot Anderson pada awal laga.

Namun, wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, hanya memberikan pelanggaran biasa untuk Inggris tanpa mengeluarkan kartu. Keputusan itu memicu kemarahan Marco Tardelli, mantan pemain Juventus dan Inter Milan, yang menilai tindakan Paredes seharusnya mendapat hukuman lebih berat.

"Pertandingan yang baru dimulai dan Paredes sudah melakukan pelanggaran berat tanpa alasan. Memalukan. Lalu Inggris juga, ya... Bukan sepakbola. Hanya pelanggaran!" kata Tardelli.

Ia juga mempertanyakan kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut.

"Wasit itu tidak melakukan apa pun. Sungguh luar biasa, saya ingin tahu siapa yang menempatkannya di sana. Apa hubungannya wasit Amerika dengan pertandingan ini? Dia tidak becus," sambungnya.

Kritik serupa turut disampaikan legenda AS Roma, Paulo Roberto Falcao. Menurutnya, aksi Paredes terhadap Anderson sudah tergolong sebagai tindak kekerasan yang seharusnya berujung kartu merah.

"Pada satu titik seseorang melayangkan pukulan dan wasit bahkan tidak memberikan kartu merah. Sungguh mengejutkan!" kata Falcao.

Falcao menegaskan bahwa insiden tersebut tidak layak dianggap sebagai pelanggaran biasa.

"Ini adalah penyerangan, bukan pelanggaran biasa. Pukulan itu pantas mendapatkan kartu merah, pukulan yang sangat keras. Saya belum pernah melihat hal seperti ini di sepakbola. Jika terus seperti ini, pasti tidak akan berakhir sebelas lawan sebelas," tegasnya.



Simak Video "Video: Inter Milan Juara Liga Italia 2025/2026"

(afb/afb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork