Korban Tewas Kecelakaan di Sibolagit Sekeluarga, Mau Antar Anak Kuliah

Korban Tewas Kecelakaan di Sibolagit Sekeluarga, Mau Antar Anak Kuliah

M Ilham Pradila - detikSumut
Sabtu, 18 Jul 2026 09:00 WIB
Tabrakan beruntun di depan Green Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumut.
Foto: dok. Istimewa
Medan -

Sembilan unit kendaraan terlibat kecelakaan maut di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Para korban ternyata merupakan satu keluarga yang tengah dalam perjalanan mengantarkan salah seorang anggota keluarga untuk melanjutkan kuliah ke Jambi.

Anak kandung pasangan korban, Roma Sitinjak (21), mengatakan keluarganya berangkat dari Kampung Juma Gunung, Desa Bakal Julu, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi. Mereka lebih dahulu menuju Medan sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju Jambi.

"Awalnya keluarga saya mau mengantarkan adik saya berangkat dari Sidikalang ke Jambi. Dia baru lulus dan mau kuliah di salah satu universitas negeri di Provinsi Jambi," kata Roma kepada detikSumut, Jumat (17/7/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roma menjelaskan, rombongan keluarganya terdiri atas enam orang. Ayahnya, Heppi Sitinjak (60), dan ibunya, Dinaria Manik (60), meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Selain itu, sepupunya, Samsir Sitinjak (30), juga meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, adiknya, Gabe Roida Sitinjak (18), yang akan berangkat kuliah ke Jambi mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Adik bungsunya, Five Sitinjak (11), masih dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri, sedangkan kakaknya, Rinto Sitinjak (23), juga mengalami luka berat.

"Bapak dan mamak saya mengantar adik saya, Gabe Roida Sitinjak, yang sekarang dirawat di IGD. Dia baru lulus dan mau kuliah ke Jambi. Mereka dari Sidikalang mau ke loket Bus Rapi di Medan sebelum berangkat ke Jambi," ujarnya di RSUP H Adam Malik.

Roma mengaku masih sempat berkomunikasi dengan keluarganya beberapa saat sebelum kecelakaan terjadi. Bahkan, suasana saat itu masih dipenuhi canda tawa.

"Sekitar pukul 09.00 WIB kami masih bercanda. Saya tanya keberadaan mereka, bahkan ayah masih sempat tertawa saat kami teleponan," katanya.

Namun, sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, Roma menerima kabar dari rekannya mengenai kecelakaan hebat di Jalan Jamin Ginting. Lokasi kecelakaan itu tidak jauh dari tempatnya bekerja di Hillpark Sibolangit.

"Saya dapat kabar dari kawan bekerja di Hillpark. Adanya kecelakaan kecelakaan maut," ujarnya.

Tak lama kemudian, Roma melihat unggahan rekannya di media sosial yang memperlihatkan sebuah mobil merah ringsek akibat kecelakaan. Saat memperhatikan foto tersebut, ia mulai curiga karena mengenali salah seorang korban.

"Rupanya salah satu kawan saya membuat status. Saya lihat mobil warna merah, lalu saya lihat salah seorang sopir bernama Pebrianto Siburian. Saya langsung bilang ke keluarga, 'Loh, ini kan keluarga kita'," ucapnya.

Kemudian berusaha menghubungi satu per satu anggota keluarga yang berada dalam rombongan. Namun, tidak ada kabar mengenai kedua orang tuanya dan keluarganya.

"Kami tanya mamak, bapak, abang di mana, tapi tidak ada kabar . Kawan-kawan saya yang sudah masuk kerja keluar lagi melihat ke lokasi. Rupanya Gabe dan Five sudah dibawa ke rumah sakit," katanya sembari menahan tangis.

Kabar mengenai kondisi kedua orang tuanya akhirnya diperoleh dari abang kandungnya bernama Raden yang menetap di Medan, langsung ke lokasi kejadian.

"Abang langsung ke lokasi karena melihat mobil warna merah. Setelah melihat kondisi di sana, dia memberi tahu saya kalau mamak dan bapak sudah tidak ada. Saya tidak tahu mereka berada di mobil yang mana," ucap Roma sembari menyeka air matanya.

Roma mengatakan perjalanan yang seharusnya menjadi momen mengantarkan adiknya meraih cita-cita justru berubah menjadi duka mendalam. Dari enam anggota keluarga yang berada dalam rombongan, tiga orang meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya mengalami luka berat.

Iapun tak kuasa menahan duka yang mendalam yang dialaminya saat ini. Kini, Roma masih menunggu jenazah kedua orang tuanya di RSUP H Adam Malik. Ia berharap jenazah dapat segera dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halamannya, Kampung Juma Gunung, Desa Bakal Julu, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kecelakaan Maut KA Vs Pajero di Tebing Tinggi, Lansia Tewas"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads