Kuliner tradisional serabi biasanya identik siraman kuah kincah gula merah. Namun, ternyata ada serabi di Medan yang memang tidak perlu disiram kuah nih detikers.
Apabila serabi pada umumnya punya rasa sedikit hambar, nah Serabi Solo ini tergolong unik lantaran punya tekstur renyah di pinggiran namun lembut di tengah.
Serabi solo ini punya cita rasa gurih dan manis yang menyatu. Nah, di tengah Serabi Solo itu punya tekstur lembut, kenyal yang lumer begitu gigitan pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau serabi di Medan kan biasanya ditaruh saus manisnya ya, kalau serabi solo itu di tengah ada santannya. Nah itu mirip sama kue apem basah," ungkap Manager Toko Gulojowo Medan Lilis kepada detikSumut, Senin (25/5/2026).
"Serabi Solo ini memang dimasak tidak terlalu kering tapi masa ada tekstur basahnya," sambungnya.
Lilis mengakui bahwa panganan tradisional saat ini punya potensi untuk kembali disukai oleh anak muda khususnya Gen Z. Selain itu, panganan lokal yang dilestarikan dapat membuat banyak masyakarat bernostalgia.
Nah, detikers dapat mencicipi Serabi Solo di Gulojowo Medan dengan harga Rp 12 ribu per porsinya.
Selain itu, detikers juga dapat bernostalgia dengan aneka kuliner tradisional lainnya seperti Talam Minang, Wajik, Klepon, Lupis, dan lainnya.
(ksr/mjy)











































