Kota Medan dikenal dengan beragam suku dan etnis, sehingga tidak heran ditemukan berbagai macam kuliner. Salah satunya, makanan khas India Selatan bubur sop yang masih melekat dan dilestarikan hingga kini.
Makanan khas India Selatan ini merupakan warisan yang masih dijaga, terkhusus saat bulan Ramadan. Menu itu dapat ditemukan di Masjid Jamik Kebun Bunga, Jalan Taruna dan Masjid Ghaudiyah di Jalan Zainul Arifin, Medan.
"Bubur sop ini sudah ada sejak tahun 1960 dan sampai sekarang," ucap Ketua Yayasan India Muslim Selatan Sumatera Utara, Muhammad Siddik Saleh, Sabtu (28/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siddik mengatakan selain bubur sop, juga ada disajikan menu makanan khas India Selatan lainnya seperti kari kambing, nasi briyani dan teh chai. Biaya yang dikeluarkan untuk menyiapkan menu makanan tersebut mencapai jutaan rupiah setiap harinya.
"Kalau setiap hari dana dikeluarkan berkisar Rp 5-6 juta, tetapi kalau hari Minggu bisa sampai Rp 10 juta karena ada kari kambing dan nasi briyani. Untuk bahan-bahan seperti daging 30 kg, beras 40 kg, santan dan bumbu-bumbu," jelasnya.
Siddik menceritakan dulunya nasi briyani merupakan makanan khusus kalangan raja dan istana. Namun seiring berjalannya waktu, petugas koki kerajaan menyebarluaskan nasi briyani keluar istana.
"Untuk nasi briyani itu makanan termewah di dunia dan dulu tidak boleh untuk khalayak ramai di India. Itu masakan khusus untuk raja. Seiring berjalannya waktu, juru masak kerajaan menyebarkan luaskan dan sekarang dapat dinikmati masyarakat luas," ungkapnya.
Lebih lanjut, Siddik mengatakan pada hari biasa menu yang dibuat yaitu bubur dan minuman teh chai khas India Selatan. Ia menyebut cita rasa dari minuman yang disajikan tersebut berbeda dengan minuman pada umumnya.
"Jadwal hari yang biasa itu, bubur dengan chai. Chai itu minuman ciri khas India Selatan, rasanya perpaduan antara teh tarik dengan bandrek. Ada cita rasanya yang berbeda antara bandrek dengan chai (minuman Jamaah Tabligh)," imbuhnya.
Siddik menceritakan sejarah minuman Chai. Dahulu jamaah Tabligh di India Nijamudin ketika akan membangunkan seseorang maka lebih dulu menyajikan minuman tersebut.
Langkah tersebut dilakukan agar mereka yang dibangunkan bisa semangat dalam beraktivitas.
"Mereka kalau mau membangunkan orang subuh, mulanya enggak semangat dibanguni langsung diberikan minum tersebut agar semangat," katanya.
Lebih lanjut, Siddik mengatakan lokasi untuk memasak bubur sop maupun chai terpisah. Ia menyebut lokasinya di Masjid Jamik Kebun Bunga dan Masjid Ghaudiyah.
"Kita pisah karena ada dua masjid. Jadi harus ada satu-satu menu yang mereka pegang. Kalau chainya di Masjid Jamik dibuat, lalu untuk bubur sop dimasak di Masjid Ghaudiyah," tambahnya.
Sementara itu, Siddik mengatakan soal rasa bubur sop yang disajikan. Menurutnya rasa bubur tersebut enak, karena bumbu-bumbunya khusus dan diolah dengan cara tradisional.
"Membuat bubur ini enak dan khas karena dari bumbu-bumbu, rempah-rempahnya yang benar-benar segar, betul-betul bagus. Bumbunya kita giling sendiri dan tidak diblender," jelasnya.
Pria yang juga pengurus masjid itu menegaskan, mereka hingga kini masih menjaga dan mempertahankan tradisi serta cita rasa makanan maupun minuman yang disajikan.
"Kita tetap mempertahankan dia punya cita rasa tidak berbeda. Dari tahun ke tahun tetap rasa sama. Rempah-rempahnya itu memang betul-betul yang mutu nomor satu sehingga rasanya enak," ungkapnya.
Terpisah, juru masak di Masjid Ghaudiyah, Salmah, mengatakan cara masak sop khas India Selatan yakni daging terlebih dahulu direbus bersama rempah-rempah hingga matang. Setelah itu, santan dimasukkan, disusul beras dan tomat.
"Setelah daging dan rempah-rempah matang, baru kita beri santan serta diaduk. Kemudian masukkan beras dan tomat dimasak selama 6-7 jam," tandasnya.
Makanan dan minuman khas India Selatan ini disajikan selama bulan Ramadan. Serta dibagikan kepada warga setempat maupun bagi siapa saja yang ingin berbuka puasa.
Nah bagi detikers yang ingin berbuka puasa dengan menu khas India Selatan yang unik, bisa ke Masjid Jamik dan Ghaudiyah Medan. Selamat mencoba detikers!











































