Menjaga Tradisi Sultan Berbagi Bubur Sop di Masjid Raya Medan Selama Ramadan

Menjaga Tradisi Sultan Berbagi Bubur Sop di Masjid Raya Medan Selama Ramadan

Juita - detikSumut
Kamis, 26 Feb 2026 01:28 WIB
Proses membuat bubur sop ke di Masjid Raya Al Mashun Medan (Juita/detikcom)
Foto: Proses membuat bubur sop ke di Masjid Raya Al Mashun Medan (Juita/detikcom)
Medan -

Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Raya Al Mashun Medan menyediakan takjil berupa 1.000 porsi bubur sop setiap harinya yang dibagikan kepada masyarakat untuk berbuka puasa. Trasidisi memasak bubur dan berbagi kepada warga sudah dimulai sejak zaman Kesultanan Deli atau pendiri Masjid Raya Al Mashun.

"Tradisi ini dimulai oleh Sultan Deli yang mendirikan masjid ini, dulu dimasak di Istana lalu ketika selesai dimasak dibawa ke masjid. Bubur itu dulu sedekah dari pribadi sultan," ujar Pengurus BKM Masjid Raya Al Mashun Medan, M Hamdan, Rabu (25/2/2026).

Hamdan menceritakan dulunya, takjil yang dibagikan kepada masyarakat selama bulan Ramadan adalah bubur pedas. Namun, berubah menjadi bubur sop lantaran cara memasak dan bahan-bahan yang dibutuhkan sulit didapatkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulunya bubur pedas, namun berubah menjadi bubur sop karena cara memasaknya repot dan bumbu-bumbu yang dibutuhkan sulit ditemukan di pasaran (tradisional). Untuk mendapatkan bumbu-bumbunya harus mencari ke kampung halaman melayu yang masih menjaga tradisi tersebut," kata Hamdan.

ADVERTISEMENT
Nenek Nur mengantre bubur di Masjid Raya Medan untuk buka puasa keluarga. (Juita Sinuhaji/detikSumut)Warga antre bubur sop di Masjid Raya Medan (Juita Sinuhaji/detikSumut)

Hamdan katakan bahan-bahan bubur pedas membutuhkan waktu 6 bulan dikumpulkan sebelum Ramadan. Bahan-bahan tersebut bahan langka khas Melayu Deli, bahan tersebut dikeringkan agar awet hingga setahun.

"Bahan-bahan dikumpulkan selama 6 bulan sebelum bulan Ramadan, nanti dikeringkan dan dikumpulkan lalu dimasak dengan berbagai rempah serta sayuran. Komposisinya ada beras sedikit, rempah-rempah, ubi-ubian, kacang panjang dan beragam sayuran," ujarnya.

Hamdan memperkirakan ada lebih dari 1.000 porsi bubur sop per harinya yang dibagikan kepada masyarakat. Pembagian dilakukan sebanyak dua kali.

"Setiap hari selama Ramadan hingga 27 nantinya, ada bubur sop yang dimasak petugas Masjid. Petugas memulai memasak sejak pukul 10.00 WIB menghasilkan 1000 porsi. Bubur akan dibagikan dua sesi yang membawa rantangan dan berbuka di Masjid Raya," ucapnya.

Menurutnya bubur pedasbdan bubur sop merupakan dua jenis makanan yang berbeda. Namun, bubur pedas lebih nikmat dan berkhasiat.

"Beda jauh ya, antara langit dan bumi, lebih enak bubur pedas. Untuk kesehatan sangat bagus, karena banyak bumbu rempah, ada rasa pedas dan pahitnya. Beberapa tempat berbeda seperti melayu di Sunggal menyebutnya bubur pahit, mungkin sama tapi rempahnya yg beda," lanjut.

"Bubur pedas jumlah bumbunya banyak, dikumpulkan 6 bulan dan sayur basahnya juga banyak. Sedangkan bubur sop pakai rempah tapi lebih simpel, seperti masak sop bedanya pas dihidangkan ada anyang seperti urap tapi disini pakai pakis sama toge," kata Hamdan.

Pendanaan untuk berbagi takjil bubur sop selama bulan Ramadan, kata dia, berasal dari donatur tetap. Selain itu pihaknya juga membuka diri apabila bagi siapa saja yang mau berbagi atau menyumbang.

"Pendaan dari donatur tetap, ada yang bertahan sejak dari dulu ayahnya sebagai donatur dan sudah turun temurun. Mereka kerap memberi beras, teh dan uang. Selain itu terbuka untuk umum bagi siapa saja yang mau berdonasi," tegasnya.

Selain itu, dalam melestarikan tradisi warisan budaya kesultanan yang masih terjaga ada nilai-nilai yang diajarkan. Dalam warisan ini mengajarkan tolong menolong.

"Hal yang diajarkan dalam melestarikan warisan budaya dari Sultan Deli, yakni bisa menolong orang kurang mampu. Selain itu, merasakan bagaimana rasanya kurang mampu," tandasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Pesan Sultan Deli XIV Usai Salat Id: Jaga Persatuan dan Kesatuan"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads