Sebuah video menampilkan seorang pedagang kaki lima (PKL) di depan Kampus USU, Jalan Dr Mansyur, Kota Medan, diduga dipukuli sejumlah pria yang disebut sebagai preman viral di media sosial. Diduga pedagang tersebut dikeroyok karena tidak mau membayar uang lapak.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pedagang perempuan mengungkapkan persoalan yang dialaminya terkait lapak tempat berjualan.
"Perkara lapak (jualan) mau dibunuh aku gara-gara lapak. Ini kan lapak bukan untuk disewa, ini lapak orang. Kasar kali ngomongnya, tidak bisa pelan," ucap perempuan tersebut dalam video.
Kemudian, pria yang diduga pemuda setempat disebut meminta uang kepada pedagang bernama Yusmadi. Karena tidak memberikan uang yang diminta, korban pun dikeroyok oleh tiga orang.
Para pelaku diduga memukuli korban hingga mengalami sejumlah luka, mulai dari bagian kepala hingga kaki.
Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (30/10/2026). Saat ini, korban telah membuat laporan ke Polsek Medan Baru.
"Korban sudah membuat laporan polisi. Sudah kita terima laporan polisinya," ucapnya saat dikonfirmasi detikSumut, Jumat (2/10/2026).
Dia mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi.
"Proses ini penyelidikan karena akan memanggil sejumlah saksi," ucapnya
Simak Video "Mengunjungi Keindahan Mata Air Bah Tio, Sumatera Utara "
(mjy/mjy)