Dilaporkan Kasus Pengeroyokan, Anggota DPRD Medan Dipanggil Badan Kehormatan

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Minggu, 28 Jun 2026 11:01 WIB
Foto: Nizar Aldi
Medan -

Badan Kehormatan akan memanggil anggota DPRD Medan AT. Pemanggilan dilakukan terkait kasus AT yang dipolisikan Robin Marojahan Silalah tetangganya sendiri terkait kasus dugaan pengeroyokan.

"Kita akan panggil yang bersangkutan dalam minggu ini," ujar Ketua BKD DPRD Medan, Lailatul Badri, saat dikonfirmasi detikSumut, Minggu (28/6/2026).

Lailatul mengatakan, pemanggilan tersebut akan dilakukan untuk meminta keterangan terkait kasus yang menyeret AT.

"Iya (akan meminta keterangan)," tambahnya.

Diketahui AT dilaporkan oleh tetangganya sendiri, Robin Marojahan Silalahi (52) ke Polrestabes Medan, atas dugaan pengeroyokan. Robin mengaku dikeroyok AT bersama dengan anak dan istri AT.

Robin mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Tapanuli, Kecamatan Medan Barat, pada Jumat (5/6/2026) pagi. Saat itu, Robin tengah mengendarai mobil dan melintas di Jalan Tapanuli itu menuju rumahnya di Jalan Karya Rakyat.

Di dalam mobil itu, Robin bersama seorang anggota keluarganya. "Kejadiannya Jumat jam 10 pagi. Pas itu, saya mau pulang ke rumah, lagi bawa mobil," kata Robin, Rabu (10/6).

Saat melintas di Jalan Tapanuli itu, Robin berpapasan dengan AT dan anaknya yang saat itu tengah jalan kaki. Dia mengenali AT karena merupakan tetangganya.

"Rumah kami berdekatan, kira-kira 50 meter," sebutnya.

Jadi, saat berpapasan itu, Robin menyebut ada polisi tidur di hadapannya, sehingga dia tak sengaja menekan gas mobilnya. Robin menduga AT tak senang saat mendengar suara gas mobilnya itu, sehingga AT memukul mobil Robin.

"Pada saat itu kan ada polisi tidur. Jadi, terganggu gas, dia (AT) mungkin merasa tersinggung, mungkin sensi karena sebagai anggota dewan itu merasa kurang dihargai mungkin," sebut Robin.



Simak Video "Mengunjungi Keindahan Mata Air Bah Tio, Sumatera Utara "


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork