Akal Bulus Supervisor SPBU, Manipulasi Tangki Dexlite dengan Solar di Medan

Akal Bulus Supervisor SPBU, Manipulasi Tangki Dexlite dengan Solar di Medan

Finta Rahyuni - detikSumut
Minggu, 28 Jun 2026 10:08 WIB
Ilustrasi isi BBM
Foto: dok. Pertamina Patra Niaga
Medan -

Supervisor atau pengawas SPBU di Jalan Gajah Mada, Kota Medan bernama Rional Agus Pranata Tarigan (35) ditangkap bersama rekan kerjanya dan dua sopir tangki. Mereka bersekongkol untuk memanipulasi tangki BBM yang seharusnya diisi dexlite, tapi malah diisi solar.

Perbedaan harga dexlite dengan solar yang cukup jauh, membuat para pelaku mendapatkan keuntungan yang cukup banyak. Aksi ini sudah cukup lama dilakukan para pelaku.

Persekongkolan mereka pun diungkap petugas kepolisian. Kini, keempatnya telah mendekam di penjara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut detikSumut, rangkum persekongkolan yang dilakukan para pelaku dengan berbagai modus:

Adapun keempat pelaku adalah Rional Agus Pranata Tarigan (35), operator SPBU Ahmad Wahyudin Matondang (21) serta dua sopir PT Elnusa bernama Pandapotan Sirait (34) dan Evando Situngkir (34).

ADVERTISEMENT

"Kita mengamankan dua sopir, satu pekerja (operator SPBU), satu lagi supervisor atau orang yang bekerja sebagai pengawas dari SPBU tersebut. Jadi kan, ini kan sopirnya menggunakan mobilnya PT Elnusa," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis saat konferensi pers, Jumat (26/6/2026).

Adrian menyebut pengungkapan kasus ini dilakukan pada 12 Maret 2026. Awalnya, pihaknya menerima informasi soal adanya kecurangan di SPBU Jalan Gajah Mada itu.

Petugas kepolisian pun menyelidikinya hingga akhirnya menangkap para pelaku. Selain itu, petugas kepolisian juga mengamankan satu mobil tangki dan satu mobil Toyota Rush yang digunakan para pelaku saat beraksi.

Adrian mengatakan bahwa SPBU di Jalan Gajah Mada itu seharusnya tidak menjual solar. Namun, para pelaku memanipulasi tangki yang seharusnya diisi dexlite, dengan mengisinya menggunakan solar untuk mendapatkan keuntungan.

"Di situ (SPBU Gajah Mada), dia (sopir) menurunkan solar yang di bawa dia nih muatannya solar. Nah, tapi dia mengisikan ke tangki dexlite. Kan beda ya harga solar dengan dexlite itu kan. Jadi, merugikan masyarakat, harusnya masyarakat dapat dexlite tapi isinya solar," ujarnya.

Modus yang dilakukan para pelaku untuk menyembunyikan aksi kejahatannya juga terstruktur. Sebelum menuju SPBU Jalan Gajah Mada itu, pelaku lebih dulu mencabut GPS yang terpasang di setiap mobil tangki. GPS ini memang dipasang pihak perusahaan untuk memantau pergerakan setiap truk.

Lalu, saat truk akan tiba di SPBU Gajah Mada, para pelaku juga mematikan CCTV di SPBU itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi ini sudah sekitar 9 bulan dilakukan para pelaku. Untuk sekali pengisian, para pelaku ini meraup keuntungan sekitar Rp 3 juta.

"Jadi kalau keuntungannya itu kan sekali dia diinput, rata-rata Rp 3 juta. Setiap nanti mobil tangki yang masuk ke Jalan Gajah Mada, itu CCTV-nya itu dimatikan semua itu. Jadi, tidak kelihatan pada saat mereka menyalinkan solar ke tangki-tangki dexlite.

Wakasat Reskrim Polrestabes Medan AKP Budiman Simanjuntak mengatakan bahwa BBM jenis solar yang diangkut para sopir itu harusnya diantar ke SPBU Jalan Asrama, bukan ke Jalan Gajah Mada.

Namun, para pelaku lebih dulu berhenti di Jalan Gajah Mada itu untuk menyuplai solar ke tangki dexlite. Sopir dan supervisor ini awalnya bertemu di Jalan Adam Malik. Kemudian, mereka memindahkan GPS yang awalnya terpasang di truk ke mobil Toyota Rush milik pelaku Rional.

Setelah itu, mobil milik Rional itu akan melaju menuju SPBU Jalan Asrama agar seolah-olah truk itu tetap menuju ke SPBU tujuannya. Padahal, truk tangki berisi solar itu pergi menuju ke SPBU Jalan Gajah Mada.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para pelaku hanya "kencing" atau mengurangi muatan solar itu ke SPBU Jalan Gajah Mada itu. Sebab, antara sopir dan supervisor SPBU itu sudah saling mengenal.

"Kita mengamankan mobil tangki tersebut saat mengisi bahan bakar solar ke dalam tangki yang berisi bahan bakar dexlite. Untuk saat ini, kasus tersebut sudah kita kirim ke JPU berikut barang bukti dan tersangkanya," kata Budiman.

Kanit Tipidsus Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Ondo Parlindungan Simanjuntak mengatakan bahwa setiap sopir PT Elnusa ini mendapatkan tugas untuk mengantar BBM ke Kota Medan, para pelaku pasti "kencing" dulu di Jalan Gajah Mada itu.

Ondo mengatakan bahwa setelah mengisi sekitar 200 liter solar di SPBU Gajah Mada itu, sopir truk tangki itu akan menuju SPBU Jalan Asrama untuk mengantar sisa solar itu. Biasanya, kata Ondo, setiap truk tangki itu bermuatan sekitar 16 ton solar.

Sementara mobil Toyota Rush yang awalnya membawa GPS itu, sudah standby di SPBU Jalan Asrama itu sambil menunggu truk tangki tersebut tiba.

"Setelah 'kencing' dengan jumlah kurang lebih 200 liter, dia akan pindah ke sesuai tujuan awal. Mobil pribadi yang Rush itu standby di SPBU Jalan Asrama," pungkasnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Detik-detik Perampok Smelter Timah di Bangka Ditangkap Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads