Supervisor hingga operator SPBU di Jalan Gajah Mada Kota Medan serta 2 sopir PT Elnusa ditangkap terkait penyelewengan BBM bersubsidi. Sopir tangki itu lebih dulu memindahkan alat GPS yang terpasang di truk ke mobil lainnya.
Adapun para pelaku adalah supervisor SPBU Jalan Gajah Mada bernama Rional Agus Pranata Tarigan (35), operator SPBU Ahmad Wahyudin Matondang (21) serta dua sopir PT Elnusa bernama Pandapotan Sirait (34) dan Evando Situngkir (34).
"Setiap mobil tangki ini punya GPS dan kamera. Jadi, GPS ini agar perusahaan bisa memantau situasi mereka, sampai nggak ke tujuan, bergerak nggak mereka dari depot yang di Belawan tujuan ke SPBU Jalan Asrama," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis saat konferensi pers, Jumat (26/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakasat Reskrim Polrestabes Medan AKP Budiman Simanjuntak menyebut bahwa solar ini harusnya diantar ke SPBU Jalan Asrama. Namun, sebelum ke sana, sopir truk itu lebih dulu berkomunikasi dengan supervisor untuk "kencing" atau mengurangi muatan solar itu di SPBU Jalan Gajah Mada Medan.
Lalu, sopir dan supervisor ini pun bertemu di Jalan Adam Malik. Kemudian, mereka memindahkan GPS yang awalnya terpasang di truk ke mobil Toyota Rush milik pelaku Rional.
Setelah itu, mobil milik Rional itu akan melaju menuju SPBU Jalan Asrama agar seolah-olah truk itu tetap menuju ke SPBU tujuannya. Padahal, truk tangki berisi solar itu pergi menuju ke SPBU Jalan Gajah Mada.
"Kita mendapat informasi tersebut. Lalu, kita mengamankan kedua mobil. Pada saat di SPBU Gajah Mada, kita mengamankan mobil tangki tersebut mengisi bahan bakar solar ke dalam tangki yang berisi bahan bakar Dexlite," sebutnya.
Kanit Tipidsus Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Ondo Parlindungan Simanjuntak mengatakan bahwa setelah mengisi sekitar 200 liter solar di SPBU Gajah Mada itu, sopir truk tangki itu akan menuju SPBU Jalan Asrama untuk mengantar sisa solar itu. Biasanya, kata Ondo, setiap truk tangki itu bermuatan sekitar 16 ton solar.
Sementara mobil Toyota Rush yang awalnya membawa GPS itu, sudah standby di SPBU Jalan Asrama itu sambil menunggu truk tangki tersebut tiba.
"Setelah 'kencing' dengan jumlah kurang lebih 200 liter, dia akan pindah ke sesuai tujuan awal. Mobil pribadi yang Rush itu standby di SPBU Jalan Asrama," pungkasnya.
Petugas kepolisian pun menyelidikinya akhirnya mengamankan para pelaku. Adrian menyebut bahwa SPBU di Jalan Gajah Mada itu seharusnya tidak menjual solar.
Alhasil, para pelaku memanipulasi tangki yang seharusnya diisi Dexlite, tapi malah diisi para pelaku dengan solar untuk mendapatkan keuntungan.
"Di situ (SPBU Gajah Mada), dia (sopir) menurunkan solar yang dibawa dia nih muatannya solar. Nah, tapi dia mengisikan ke tangki Dexlite. Kan beda ya harga solar dengan dexlite itu kan. Jadi, merugikan masyarakat, harusnya masyarakat dapat Dexlite tapi isinya solar," ujarnya.
Saat melancarkan aksinya, kata Adrian, para pelaku juga mematikan CCTV di SPBU itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi ini sudah sekitar 9 bulan dilakukan para pelaku. Untuk sekali pengisian, para pelaku ini meraup keuntungan sekitar Rp 3 juta.
"Jadi kalau keuntungannya itu kan sekali dia diinput, rata-rata Rp 3 juta. Setiap nanti mobil tangki yang masuk ke Jalan Gajah Mada, itu CCTV-nya itu dimatikan semua itu. Jadi, tidak kelihatan pada saat mereka menyalinkan solar ke tangki-tangki Dexlite," ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Asahan itu.
Simak Video "Menggali Olahan Durian di Durian House Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(fnr/mjy)
